
TEGAKLURUS.CO – Potensi kopi Ulu Belu tidak hanya berhenti sebagai komoditas perkebunan. Di tangan Sudiyana (45), biji kopi pilihan dari daerah penghasil kopi terbesar di Kabupaten Tanggamus itu diolah menjadi produk bernilai tambah yang kini telah dipasarkan hingga berbagai daerah di Sumatera dan Jawa.
Melalui UMKM Desty Coffee, Sudiyana membuktikan bahwa usaha rumahan mampu berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan. Berdiri sejak 2019 dan menjadi binaan BRI Unit Ulu Belu Branch Office Pringsewu, Desty Coffee kini dikenal sebagai salah satu produk kopi unggulan asal Ulu Belu.
Mengandalkan bahan baku berupa biji kopi petik merah pilihan, Desty Coffee konsisten menjaga kualitas produk untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
“Prinsip kami sederhana, kualitas harus menjadi prioritas. Karena itu kopi yang kami gunakan merupakan kopi petik merah pilihan agar rasa dan aroma yang dihasilkan tetap terjaga,” kata Sudiyana, Rabu, 10 Juni 2026.
Bersama sang istri, Sudiyana menjalankan seluruh proses produksi secara mandiri menggunakan peralatan pengolahan yang dibelinya sendiri. Mulai dari proses penyangraian, penggilingan hingga pengemasan dilakukan di rumah produksinya.
Saat ini, Desty Coffee mampu mengolah sekitar 20 kilogram kopi setiap hari. Dari jumlah tersebut dihasilkan sekitar 100 kemasan kopi ukuran 200 gram yang dipasarkan dengan harga Rp35 ribu per bungkus.
Tidak hanya mengandalkan penjualan konvensional, Desty Coffee juga aktif memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar. Produk mereka dipasarkan di sejumlah pasar di Kabupaten Tanggamus dan juga dijual secara online kepada pelanggan dari berbagai daerah.
“Pesanan datang dari berbagai kota di Sumatera dan Jawa. Sebagian besar mengenal produk kami melalui media sosial. Setelah itu kami kirim menggunakan jasa ekspedisi,” ujarnya.
Menurut Sudiyana, perkembangan usaha yang diraihnya saat ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pembinaan yang diberikan BRI Unit Ulu Belu.
Kepala BRI Unit Ulu Belu, M. Youngky Oktora, mengatakan Desty Coffee menjadi salah satu contoh UMKM yang berhasil menciptakan nilai tambah dari potensi unggulan daerah.
“UMKM tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Desty Coffee menunjukkan bagaimana produk lokal mampu memiliki daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas ketika dikelola dengan baik,” katanya.
Youngky kesempatan itu didampingi mantrinya Irfan Rizal itu mengatakan bahwa BRI akan terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak usaha lokal yang berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Potensi kopi Ulu Belu sangat besar. Kami berharap keberhasilan Desty Coffee dapat menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran,” ujarnya.
Di tengah persaingan industri kopi yang semakin ketat, Desty Coffee memilih bertahan dengan mengedepankan kualitas dan konsistensi. Dari sebuah usaha keluarga di Ulu Belu, produk kopi tersebut kini menjadi bukti bahwa UMKM daerah mampu menembus pasar luar daerah sekaligus mengangkat nama kopi Lampung ke tingkat yang lebih luas. (**)







