<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AHY</title>
	<atom:link href="https://tegaklurus.co/tag/ahy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<description>Tegaklurus Media Berita dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jun 2025 09:51:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.2</generator>

<image>
	<url>https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2024/12/icon-100x100.png</url>
	<title>AHY</title>
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menko AHY Hadiri dan Beri Opening Remarks Forum BRICS Ke-4 di Brasil</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/06/24/menko-ahy-hadiri-dan-beri-opening-remarks-forum-brics-ke-4-di-brasil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 09:51:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[BRICS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=7716</guid>

					<description><![CDATA[DOK TEGAKLURUS.CO – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Dr. Agus Harimurti]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">DOK</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) dikabarkan akan menghadiri dan memberikan opening remarks pada Forum Urbanisasi BRICS ke-4 yang diselenggarakan di Istana Itamaraty, Kementerian Luar Negeri Brazil, Selasa, 24 Juni 2025.</p>
<p>Forum ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara negara-negara anggota BRICS dalam bidang urbanisasi dan menciptakan strategi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Menko AHY diundang langsung oleh Menteri Kota Brasil, Jader Barbalho.</p>
<p>BRICS, yang didirikan oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, merupakan kelompok negara-negara berkembang yang berkomitmen untuk mendorong kerja sama ekonomi, politik, dan sosial antar anggotanya.</p>
<p>Forum ini juga melibatkan delegasi dari negara-negara mitra, termasuk Republik Federatif Brasil, Republik Arab Mesir, Republik Afrika Selatan, Republik Demokratik Federal Ethiopia, Republik Rakyat Tiongkok, Republik Indonesia, Republik Federal Nigeria, Negara Plurinational Bolivia, dan Republik Kuba, dengan total 72 delegasi yang turut serta.</p>
<p>Forum ini akan menyoroti pembiayaan untuk pembangunan perkotaan berkelanjutan, termasuk mekanisme pembiayaan yang dapat mendukung kota yang lebih adaptif dan tangguh.</p>
<p>Selain itu, forum ini juga bertujuan untuk mendorong aksi terkoordinasi negara-negara BRICS dalam agenda internasional yang berkaitan dengan adaptasi dan ketahanan, kesenjangan sosial, perumahan, dan isu-isu pembangunan perkotaan berkelanjutan.</p>
<p>Bahkan, BRICS akan berperan sebagai pemimpin dalam transisi perkotaan yang adil dan tangguh, dengan fokus pada pengurangan ketimpangan sosial.</p>
<p>Kesimpulan dan poin dari forum ini diharapkan akan disampaikan pada pertemuan KTT BRICS dan membawa posisi anggota BRICS ke dalam agenda UNFCCC COP 30 yang akan diselenggarakan di Belém, Brazil, pada bulan November 2025. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menko AHY Keynote Speech Southeast Asia Summit for Prosperity and Sustainability di Universitas Stanford</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/05/22/menko-ahy-keynote-speech-southeast-asia-summit-for-prosperity-and-sustainability-di-universitas-stanford/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 02:45:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[RUWAI JURAI]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=7112</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), menyampaikan sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia dan jembatan alami antara Asia, Afrika, dan Pasifik, Indonesia siap membantu membentuk agenda pembangunan yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga adil.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan pidato penting dalam Southeast Asia Summit for Prosperity and Sustainability di Universitas Stanford, Selasa,20 Mei 2025 waktu setempat.</p>
<p>Dalam pidatonya, Menko AHY menyerukan tiga imperatif utama untuk masa depan Asia Tenggara: mengintegrasikan keberlanjutan dengan kemakmuran, menghubungkan inovasi global dengan aksi lokal, dan memperkuat kerja sama regional dengan ASEAN sebagai pusatnya.</p>
<p>“Mari kita bersatu dalam tujuan dan teguh dalam tindakan untuk membangun Asia Tenggara yang tangguh dan adil,” tegas Menko AHY dalam pidatonya yang disambut hangat oleh para peserta dari kalangan akademisi, pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan organisasi pembangunan internasional.</p>
<p>Menko AHY menegaskan bahwa Asia Tenggara tidak lagi hanya menjadi wilayah yang bereaksi terhadap perubahan global, tetapi kini turut mendorongnya. Dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata dunia dan kelas menengah yang berkembang pesat, kawasan ini memiliki peluang besar untuk memimpin transformasi global yang lebih inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam konteks Indonesia, Menko AHY memaparkan langkah-langkah nyata yang tengah diambil di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya adalah penguatan ketahanan pangan dan air, percepatan energi terbarukan seperti panas bumi dan waste-to-energy, serta pembangunan infrastruktur tahan iklim untuk menghadapi tekanan urbanisasi dan perubahan iklim.</p>
<p>“Transisi hijau harus menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik, bukan sekadar target teknokratis. Solusi harus pragmatis, adil, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Menko AHY juga menggarisbawahi pentingnya menjembatani teknologi global dengan kebutuhan lokal.</p>
<p>“Kita tidak hanya butuh inovasi yang cepat, tetapi juga distribusi yang adil. Teknologi harus dirancang bersama komunitas, bukan hanya dibawa dari luar,” lanjutnya.</p>
<p>Dalam konteks kerja sama regional, AHY mendorong transformasi ASEAN dari forum konsensus menjadi platform pemecahan masalah. Ia mengajak Amerika Serikat sebagai mitra strategis lama untuk meningkatkan keterlibatan dalam proyek infrastruktur berkelanjutan di kawasan.</p>
<p>“Sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia dan jembatan alami antara Asia, Afrika, dan Pasifik, Indonesia siap membantu membentuk agenda pembangunan yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga adil.<br />
Kemakmuran harus inklusif, dan keberlanjutan harus mencerminkan realitas Asia Tenggara — tempat ketahanan dibangun bukan hanya di ruang rapat, tapi juga di ladang, desa, pesisir, dan ekonomi informal,” ujarnya.</p>
<p>Mengakhiri pidatonya, AHY mengapresiasi Universitas Stanford sebagai pusat inovasi global yang dapat menjembatani riset dan kebijakan, serta memperkuat kolaborasi antara Asia Tenggara dan dunia.</p>
<p>Pada forum ini turut hadir Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono; Wakil Ketua MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono; Peneliti Tamu di Precourt Institute, Gita Wirjawan; Direktur Hoover Institution dan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Dr. Condoleezza Rice; dan Dekan Stanford Doerr School of Sustainability, Dr. Arun. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TYI Lecture Series, SBY: Krisis Iklim dan Krisis Lingkungan Itu Nyata</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/05/14/tyi-lecture-series-sby-krisis-iklim-dan-krisis-lingkungan-itu-nyata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2025 02:04:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=6947</guid>

					<description><![CDATA[AHY. DOK TEGAKLURUS.CO – Menanggapi permasalahan di dunia akhir-akhir ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">AHY. DOK</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Menanggapi permasalahan di dunia akhir-akhir ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi perhatian khusus pada perkembangan dunia yang kurang menggembirakan.</p>
<p>“Tiba-tiba dunia kita dijejali dengan isu-isu yang mungkin sebagian mencemaskan, ditambah peperangan masih terjadi di sana-sini. Geopolitik semakin memanas, ditambah lagi dengan perang dagang, perang ekonomi yang mungkin menjadikan dunia kita semakin rumit, semakin vulnerable, semakin berbahaya, dan barangkali bisa mengancam kehidupan bangsa sedunia,” kata SBY.</p>
<p>“Saya kira semua sepakat bahwa dunia yang semakin damai, dunia yang semakin adil, dunia yang semakin sejahtera adalah dunia yang memberikan harapan bagi siapapun. Terlepas dari ikatan identitas, terlepas dari batas-batas internasional. Satu hal, kalau kita gagal bersatu untuk memastikan krisis iklim, krisis lingkungan dengan segala dampaknya, maka terus terang kita gagal untuk mengemban misi yang diberikan oleh Tuhan dan misi kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita semua, bangsa-bangsa sedunia. Semua tahu bahwa krisis iklim, krisis lingkungan itu real. Bukan fiksi, bukan hoaks,” lanjutnya.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan SBY saat memberikan sambutan penutup di akhir acara TYI Lecture Series dengan tema “Green Growth: Sustainable Growth with Equity”, Senin, 12 Mei 2025, di Hotel Marriott, Yogyakarta.</p>
<p>SBY juga menyampaikan, diperlukan aksi bersama yang real, efektif, dan memberikan dampak yang nyata pula. “Dalam kaitan ini menurut saya apa yang digagas secara bersama, apa yang hendak dilakukan secara serius oleh Stanford University dengan TYI dan banyak kalangan, banyak entitas, banyak perguruan tinggi yang juga peduli, menurut saya ini sesuatu yang harus terus dihidupkan,” tutur SBY.</p>
<p>“Kita harus mengingatkan dunia kita, jangan larut dalam konflik dan peperangan ketegangan geopolitik yang hanya lebih menyusahkan kehidupan manusia. Marilah kita lebih bersatu. Marilah kita lebih berkolaborasi. Marilah kita lebih bekerjasama,” sambungnya.</p>
<p>SBY mengingatkan bahwa ada isu besar yang tidak boleh dibiarkan, karena hal tersebut akan memberikan dampak buruk bagi semua bangsa di dunia. “Mungkin kurang menjadi perhatian publik dibandingkan isu tentang peperangan, tentang geopolitik, tentang global ekonomi dan lain-lain dalam artian yang sedang terjadi sekarang ini, tapi percayalah bahwa yang kita lakukan ini justru yang bisa menyelamatkan masa depan bangsa-bangsa, masa depan dunia, masa depan anak cucu kita,” papar SBY.</p>
<p>“Oleh karena itu saya hanya ingin menggarisbawahi, mari kita tingkatkan kebersamaan kita, kerja sama kita, kepedulian kita, solusi-solusi kita, tawaran-tawaran kita, termasuk policy yang tepat, global collaboration yang tepat science and technology sebagai jawaban dan banyak lagi yang bisa kita lakukan,” pungkas SBY.</p>
<p>Sementara Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, sekaligus Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa TYI menghadirkan sebuah tema yang sangat penting yaitu berbicara green growth, pertumbuhan hijau.</p>
<p style="text-align: center;">“Kita ingin Indonesia menjadi salah satu yang terdepan untuk bisa mewujudkan pertumbuhan termasuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sustainable tapi juga berkeadilan.<br />
Itu mengapa judul kecilnya adalah Sustainable Growth with Equity,” ujar AHY. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
