<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bank Sampah</title>
	<atom:link href="https://tegaklurus.co/tag/bank-sampah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<description>Tegaklurus Media Berita dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jan 2026 06:31:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.4</generator>

<image>
	<url>https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2024/12/icon-100x100.png</url>
	<title>Bank Sampah</title>
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Program Bank Sampah di SMKN 4 Bandar Lampung Bentuk Karakter Disiplin Siswa</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2026/01/30/program-bank-sampah-di-smkn-4-bandar-lampung-bentuk-karakter-disiplin-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 06:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[OJK Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Gajah]]></category>
		<category><![CDATA[SMKN 4 Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=9511</guid>

					<description><![CDATA[Kepala SMKN 4 Bandar Lampung Hj. Dewi Ningsih, M.Pd (kanan), menerima secara simbolis sarana dan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">Kepala SMKN 4 Bandar Lampung Hj. Dewi Ningsih, M.Pd (kanan), menerima secara simbolis sarana dan prasarana bank sampah, pada peluncuran program Bank Sampah, di sekolah setempat, Jumat, 30 Januari 2026. DOK SEKOLAH</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bandar Lampung, Provinsi Lampung, resmi meluncurkan Sistem Informasi Digital Bank Sampah, di aula sekolah setempat, Jumat, 30 Januari 2026.</p>
<p>Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Thomas Amirico, S.STP., M.H, diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMK, Maryanto, S.Sos, merupakan kepedulian terhadap lingkungan dan juga membentuk karakter disiplin siswa.</p>
<p>“Selain bentuk karakter disiplin, Program Bank Sampah Sekolah juga untuk menanamkan rasa tanggung jawab, sekaligus menciptakan inovasi dan kreasi melalui program tertentu,” ujar kepala bidang itu.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9513" src="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/01/FotoGrid_20260130_130406019-768x429-1.jpeg" alt="" width="768" height="429" /></p>
<p>Program bank sampah sekolah hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Lampung, Otoritas Jasa Keuangan, Rumah Inspirasi Sabahat Gajah, ini tidak hanya mengumpulkan sampah. Namun, mampu menghasilkan keterampilan bernilai ekonomi.</p>
<p>“Seperti pertunjukan siswa melalui teater monolog yang kita saksikan bersama dengan membawa properti sampah plastik, ini hasil karya yang luar biasa. Artinya, sampah bukan menjadi masalah bila kita mampu mengkreasikannya,” ujar dia.</p>
<p>Tak hanya itu, lanjut dia, sampah juga bisa menghasilkan uang bila dikelola dengan baik dan benar. Seperti sampah plastik bisa menjadi suatu produk bernilai, semisal bekas botol plastik dijadikan kursi. Bila dijual, maka akan memperoleh uang,” katanya.</p>
<p>Melalui program bank sampah, ia berharap warga sekolah mampu meningkatkan produktivitas dan berkarya. Sehingga mampu menciptakan budaya sekolah yang baik demi mendukung keberhasilan program tersebut. “Itu adalah kuncinya,” tutur dia.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9512" src="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/01/FotoGrid_20260130_130935608-768x443-1.jpeg" alt="" width="768" height="443" /></p>
<p><strong>Duta Pelita</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala SMKN 4 Bandar Lampung, Hj. Dewi Ningsih, M.Pd, mengatakan peluncuran program bank sampah sekaligus diisi kegiatan stadium generale, menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap masalah sampah.</p>
<p>Dalam menyukseskan program tersebut, katanya, sekolah telah membentuk Duta Pelita (Peduli Lingkungan Tercinta). Duta itu terdiri dari 20 siswa-siswi dari perwakilan kelas telah dilatih oleh Rumah Inspirasi Sahabat Gajah.</p>
<p>Pengetahuan yang diperoleh oleh 20 siswa itu, kata Dewi yang juga mantan kepala SMKN 8 Bandar Lampung, itu selanjutnya disosialisasikan kepada seluruh siswa sekolah mulai dari kelas 10, 11, dan 12.</p>
<p>“Sosialisasi mengenai hal itu telah dilakukan pada akhir Desember 2025. Seperti bagaimana memilah dan memilih sampah, menimbang, dan akhirnya dapat dijual untuk menghasilkan sejumlah uang,” ujarnya.</p>
<p>Hasil penjualan sampah yang melalui Sahabat Gajah itu, uangnya akan menjadi milik siswa untuk dipergunakan sebagai kebutuhannya. “Seandainya ingin disimpan, bisa melalui Bank Lampung yang menjadi mitra sekolah,” katanya.</p>
<p>Selain dijual, sampah juga dapat didaur ulang oleh para siswa untuk dijadikan suatu produk bernilai. “Seperti di sekolah kami, para siswa sudah memproduksi sejumlah kursi sofa hasil dari kerajinan sampah botol plastik,” jelasnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadisdikbud Lampung: Program “Bank Sampah Sekolah” Selesaikan Masalah Sampah</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2026/01/28/kadisdikbud-lampung-program-bank-sampah-sekolah-selesaikan-masalah-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 09:19:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 9 Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=9471</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, menyebut]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, menyebut program “Bank Sampah Sekolah” yang berjalan di sejumlah SMA/SMK, merupakan langkah produktif menyelesaikan masalah sampah di lingkungan sekolah.</p>
<p>Hal itu disampaikan Thomas saat membuka kegiatan stadium generale serta serah terima sarana dan prasarana dari Bank Mandiri, serta <em>launching</em> sistem informasi digital bank sampah, di SMAN 9 Bandar Lampung, Rabu, 28 Januari 2026.</p>
<p><em>Pilot project</em> program bank sampah yang dilaksanakan oleh lima SMA/SMK di Kota Bandar Lampung, meliputi SMAN 1, SMAN 2, SMAN 9, SMKN 1, dan SMKN 4, kata dia, juga merupakan salah satu metode dalam menyelesaikan hal tersebut.</p>
<p>“Sampah di Kota Bandar Lampung mencapai 100 ton per hari. Hingga kini belum ada metode yang baik menyelesaikan persoalannya. Mudah-mudahan langkah produktif ini, pelan-pelan menyelesaikan persoalan sampah di lingkungan sekolah,” ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9472" src="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/01/FotoGrid_20260128_114945119-768x493-1.jpeg" alt="" width="768" height="493" /></p>
<p>Ia mengatakan, program yang menjadi kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rumah Inspirasi Sabahat Gajah, dan pihak perbankan, juga dapat menciptakan lingkungan sekolah hijau, sehat, dan nyaman.</p>
<p>“Kalau sekolah mau melangkah maju dan tumbuh ke depan, salah satunya berkerja sama dan berkolaborasi dengan para pihak,” katanya seraya berharap program bank sampah ini juga bisa diadopsi oleh sekolah lain di Provinsi Lampung.</p>
<p><strong>Karya Bernilai Ekonomi</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala SMAN 9 Bandar Lampung Dra. Hayati Nufus, M.Pd, mengatakan program bank sampah merupakan kepedulian dan tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan, serta mendorong pemahaman bahwa sampah bukan semata limbah melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan diberdayakan menjadi karya bernilai ekonomi.</p>
<p>“Seperti kursi <em>sofa</em> hasil karya siswa ini, di dalamnya adalah dari sampah-sampah yang dikemas dan bentuk ecobrick. Satu kursi ini membutuhkan 19 botol plastik bekas air minum kemasan dan 4-5 karung sampah plastik,” ujar dia.</p>
<p>Ia menilai, program bank sampah tersebut sangat bermanfaat bagi siswa khususnya tentang bagaimana kepedulian dalam penyelesaian sampah. “Meski awalnya sulit, namun pada akhirnya para siswa kini sudah peduli terhadap sampah,” katanya.</p>
<p>Tak hanya itu, dari sisi ekonomi katanya hasil dari pengelolaan sampah yang baik juga bisa menghasilkan sejumlah uang dari penjualan produk yang dihasilkan. Kemudian, uang tersebut dapat disimpan pada bank untuk kebutuhan siswa.</p>
<p>“Dari 1.108 siswa, <em>alhamdulillah</em> sekitar 400 siswa kelas 10 dan 11 sudah membuka tabungan di Bank Mandiri. Sedangkan siswa kelas 12 sedang dalam proses (menabung) yang nanti uangnya bisa digunakan untuk kuliah,” jelasnya.</p>
<p><strong>Bentuk Karakter</strong></p>
<p>Kemudian, Branch Manager Bank Mandiri Bandar Lampung Malahayati, Muhammad Yusuf, mengatakan program bank sampah di satuan pendidikan dapat membentuk karakter siswa untuk menjaga lingkungan, pelestarian alam, dan kebersihan lingkungan.</p>
<p>Generasi tersebut, kata dia, juga pada lima tahun mendatang akan menjadi tulang punggung yang baik bagi Provinsi Lampung maupun Indonesia. “Terlebih dari kita ini banyak juga yang berkarir atau berkontribusi di luar Lampung,” katanya.</p>
<p>Kesempatan itu, ia juga mengajak para siswa yang mengikuti program bank sampah memiliki literasi terhadap perbankan. “Selama ini yang diketahui bank hanya tempat menabung saja, padahal banyak sekali hal yang bisa diketahui,” tuturnya.</p>
<p>Diketahui, kegiatan tersebut juga dihadiri Deputi Direktur OJK Lampung, Eti Elyati; Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Lampung, Azah Rawan Sangun, S.Psi, coca cola, perwakilan mitra perbankan anggota Himbara, dan kepala SMA se-Bandar Lampung. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Lampung Dorong Pesantren Jadi Pelopor Gaya Hidup Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/06/13/pemprov-lampung-dorong-pesantren-jadi-pelopor-gaya-hidup-ramah-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 08:56:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub Jihan Nurlela]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=7540</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengajak seluruh pesantren di Provinsi Lampung untuk dapat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengajak seluruh pesantren di Provinsi Lampung untuk dapat menerapkan Gaya Hidup Sadar Sampah.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan Nurlela saat memberikan pengarahan pada kegiatan edukasi pengembangan bank sampah di lingkungan pesantren Provinsi Lampung, di Rumah Inspirasi Sahabat Gajah, Way Huwi, Jumat, 13 Juni 2025.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dengan Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighoh (JPPPM) Lampung, Coca Cola Europacific Partners Indonesia dan Bank Sampah Sahabat Gajah.</p>
<p>Menurut Wagub Jihan, Gaya Hidup Sadar Sampah dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan diantaranya dengan membuang sampah pada tempatnya, membiasakan diri memilah sampah (sampah organik, sampah anorganik, sampah B3) sejak dari pesantren, memilih barang tanpa kemasan ketika berbelanja atau membawa wadah sendiri.</p>
<p>Kemudian, mengajak pengelola pesantren agar memberikan pengarahan bagi para santri untuk menghabiskan makanan serta mengomposkan sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi.</p>
<p>“Karena, data menunjukkan bahwa lebih dari 51 persen sampah di Lampung adalah sisa makanan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk bisa mengatasi sampah organik dari limbah makanan,” ujar Wagub Jihan.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Wagub Jihan juga berharap agar pesantren dapat menciptakan santri yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama dan berakhlak mulia, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
