<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinas PPPA Bandar Lampung</title>
	<atom:link href="https://tegaklurus.co/tag/dinas-pppa-bandar-lampung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<description>Tegaklurus Media Berita dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2025 07:06:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.4</generator>

<image>
	<url>https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2024/12/icon-100x100.png</url>
	<title>Dinas PPPA Bandar Lampung</title>
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sepanjang 2025, Dinas PPPA Catat Kekerasan Perempuan dan Anak Capai 202 Kasus</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/12/03/sepanjang-2025-dinas-pppa-catat-kekerasan-perempuan-dan-anak-capai-202-kasus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 07:06:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Balam]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas PPPA Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=8965</guid>

					<description><![CDATA[DOK TEGAKLURUS.CO – Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">DOK</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung mencatat total laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 202 kasus.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PPPA Bandar Lampung, Maryamah, Rabu, 3 Desember 2025. Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan maupun anak masih berada pada level yang mengkhawatirkan.</p>
<p>Dari laporan yang diperoleh dari sejumlah instansi terkait berdasar periode bulan tersebut, lanjut dia, kekerasan terhadap perempuan atau dewasa tercatat 87 kasus, sementara kekerasan pada anak 115 kasus.</p>
<p>“Selain dari Dinas PPPA, kami juga memperoleh data dari Polresta, UPTD PPA Lampung, RSUD A Dadi Tjokrodipo, RSUD Abdoel Moeloek, Polda Lampung, PKBI Bandar Lampung, serta lembaga pemerhati perempuan dan anak,” katanya.</p>
<p>Bila dirincikan kasus perempuan pada 2025, meliputi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 48 kasus, kekerasan fisik/ penganiayaan 14 kasus, kekerasan seksual/ pencabulan (11), perselingkuhan (6), penelantaran keluarga (3), perebutan hak asuh anak (2), konseling KBGO (2), dan TPPO/trafficking (1).</p>
<p>Sedangkan rincian kasus anak pada 2025 meliputi kekerasan seksual terhadap anak (90), kekerasan fisik/ penganiayaan (17), bullying (3), konseling (3), dan TPPO/trafficking (2).</p>
<p>Sementara dibandingkan 2024, PPPA juga mencatat kekerasan terhadap perempuan dan anak berjumlah (194), terdiri atas kasus perempuan (71), KDRT (35), kekerasan seksual/pencabulan (15), kekerasan fisik (13), perebutan hak asuh anak (5), penelantaran keluarga (2), dan TPPO/trafficking (1).</p>
<p>Lebih lanjut kasus anak (123), meliputi kekerasan seksual terhadap anak (98), kekerasan fisik (16), TPPO/trafficking (4), bullying (3), dan konseling (2).</p>
<p>“Tren kekerasan terutama pada anak masih menunjukkan angka tinggi, khususnya pada kasus kekerasan seksual, sehingga memerlukan penanganan lintas sektor yang lebih agresif,” tutur Maryamah. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
