<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Disdikbud Provinsi Lampung</title>
	<atom:link href="https://tegaklurus.co/tag/disdikbud-provinsi-lampung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<description>Tegaklurus Media Berita dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Feb 2026 02:22:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.4</generator>

<image>
	<url>https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2024/12/icon-100x100.png</url>
	<title>Disdikbud Provinsi Lampung</title>
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dibuka Kadisdikbud Lampung, SPC di SMAN 9 Tanamkan Nilai Disiplin – Tanggung Jawab Siswa</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2026/02/09/dibuka-kadisdikbud-lampung-spc-di-sman-9-tanamkan-nilai-disiplin-tanggung-jawab-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 02:22:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Smalan Paskibra Competition (SPC)]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 9 Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=9621</guid>

					<description><![CDATA[DOK SEKOLAH TEGAKLURUS.CO – SMA Negeri 9 Bandar Lampung menggelar Smalan Paskibra Competition (SPC) “Sesion]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">DOK SEKOLAH</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – SMA Negeri 9 Bandar Lampung menggelar Smalan Paskibra Competition (SPC) “Sesion X” Tingkat Nasional Tahun 2026, di sekolah setempat, pada 7-8 Februari 2026.</p>
<p>Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Lampung diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Thomas Amirico, S.STP., M.H, Sabtu, 7 Februari 2026, guna menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab siswa.</p>
<p>“Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi kegiatan Smalan Paskibra Competition. Ini bukan sekedar kompetisi, namun juga melatih siswa lebih bertanggung jawab,” ujar dia.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9622" src="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/02/FotoGrid_20260207_215525823.jpeg" alt="" width="2427" height="1334" srcset="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/02/FotoGrid_20260207_215525823.jpeg 2427w, https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/02/FotoGrid_20260207_215525823-768x422.jpeg 768w, https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/02/FotoGrid_20260207_215525823-1536x844.jpeg 1536w, https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/02/FotoGrid_20260207_215525823-2048x1126.jpeg 2048w, https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/02/FotoGrid_20260207_215525823-1024x563.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 2427px) 100vw, 2427px" /></p>
<p>Tak hanya itu, kegiatan ini mampu membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan peserta, karena melatih keberanian, ketegasan, kekompakan, serta kemampuan memimpin dan bekerja dalam tim.</p>
<p>“Pada akhirnya akan tumbuh semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air,” ujar dia seraya mengucapkan selamat berkompetisi kepada seluruh peserta Smalan Paskibra Competition itu.</p>
<p>Semetara, Kepala SMAN 9 Bandar Lampung Dra. Hayati Nufus, M.Pd, mengatakan SPC diikuti ribuan siswa mulai dari SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA dari berbagai provinsi di Indonesia.</p>
<p>“Hari pertama ini diikuti siswa SD/MI dan SMP/MTs. Sedangkan hari kedua besok, 8 Februari 2026, peserta lomba merupakan siswa dan SMA/SMK/MA,” ujar dia.</p>
<p>Kegiatan mengusung tema Terwujudnya Insan Unggul yang Religius, Berbudaya, Cerdas, Mandiri, dan Berdaya Saing Global, kata dia, guna mewujudkan generasi berkarakter kuat dan mampu berdaya saing.</p>
<p>“Smalan Paskibra Competition di SMA Negeri 9 Bandar Lampung ini memasuki yang ke-10 kalinya. Kegiatan ini menjadi penegasan sekolah dalam mendukung pembangunan manusia yang seimbang,” tutur dia.</p>
<p>Diketahui, pada SPC peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA akan memperebutkan Juara Umum dengan mendapatkan piala bergilir, piagam penghargaan, dan medali.</p>
<p>Kemudian, peserta dari masing-masing jenjang pendidikan juga akan memperebutkan juara 1, 2, dan 3 untuk ketegori Utama, Harapan, Madya, Bina, Mula, dan Purwa.</p>
<p>Selain itu, dewan juri akan menentukan juara utama 1, 2, dan 3 untuk kategori Juara Formasi, Best Danton, Best Costum, dan Best Favorite.</p>
<p>Selanjutnya, memperebutkan juara utama 1, 2, 3, serta harapan 1, 2, dan 3 untuk lomba Peraturan Baris Berbaris di Tempat, Peraturan Baris Berbaris Berjalan, dan Juara Variasi. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadisdikbud Lampung: Program “Bank Sampah Sekolah” Selesaikan Masalah Sampah</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2026/01/28/kadisdikbud-lampung-program-bank-sampah-sekolah-selesaikan-masalah-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 09:19:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 9 Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=9471</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, menyebut]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, menyebut program “Bank Sampah Sekolah” yang berjalan di sejumlah SMA/SMK, merupakan langkah produktif menyelesaikan masalah sampah di lingkungan sekolah.</p>
<p>Hal itu disampaikan Thomas saat membuka kegiatan stadium generale serta serah terima sarana dan prasarana dari Bank Mandiri, serta <em>launching</em> sistem informasi digital bank sampah, di SMAN 9 Bandar Lampung, Rabu, 28 Januari 2026.</p>
<p><em>Pilot project</em> program bank sampah yang dilaksanakan oleh lima SMA/SMK di Kota Bandar Lampung, meliputi SMAN 1, SMAN 2, SMAN 9, SMKN 1, dan SMKN 4, kata dia, juga merupakan salah satu metode dalam menyelesaikan hal tersebut.</p>
<p>“Sampah di Kota Bandar Lampung mencapai 100 ton per hari. Hingga kini belum ada metode yang baik menyelesaikan persoalannya. Mudah-mudahan langkah produktif ini, pelan-pelan menyelesaikan persoalan sampah di lingkungan sekolah,” ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9472" src="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/01/FotoGrid_20260128_114945119-768x493-1.jpeg" alt="" width="768" height="493" /></p>
<p>Ia mengatakan, program yang menjadi kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rumah Inspirasi Sabahat Gajah, dan pihak perbankan, juga dapat menciptakan lingkungan sekolah hijau, sehat, dan nyaman.</p>
<p>“Kalau sekolah mau melangkah maju dan tumbuh ke depan, salah satunya berkerja sama dan berkolaborasi dengan para pihak,” katanya seraya berharap program bank sampah ini juga bisa diadopsi oleh sekolah lain di Provinsi Lampung.</p>
<p><strong>Karya Bernilai Ekonomi</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala SMAN 9 Bandar Lampung Dra. Hayati Nufus, M.Pd, mengatakan program bank sampah merupakan kepedulian dan tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan, serta mendorong pemahaman bahwa sampah bukan semata limbah melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan diberdayakan menjadi karya bernilai ekonomi.</p>
<p>“Seperti kursi <em>sofa</em> hasil karya siswa ini, di dalamnya adalah dari sampah-sampah yang dikemas dan bentuk ecobrick. Satu kursi ini membutuhkan 19 botol plastik bekas air minum kemasan dan 4-5 karung sampah plastik,” ujar dia.</p>
<p>Ia menilai, program bank sampah tersebut sangat bermanfaat bagi siswa khususnya tentang bagaimana kepedulian dalam penyelesaian sampah. “Meski awalnya sulit, namun pada akhirnya para siswa kini sudah peduli terhadap sampah,” katanya.</p>
<p>Tak hanya itu, dari sisi ekonomi katanya hasil dari pengelolaan sampah yang baik juga bisa menghasilkan sejumlah uang dari penjualan produk yang dihasilkan. Kemudian, uang tersebut dapat disimpan pada bank untuk kebutuhan siswa.</p>
<p>“Dari 1.108 siswa, <em>alhamdulillah</em> sekitar 400 siswa kelas 10 dan 11 sudah membuka tabungan di Bank Mandiri. Sedangkan siswa kelas 12 sedang dalam proses (menabung) yang nanti uangnya bisa digunakan untuk kuliah,” jelasnya.</p>
<p><strong>Bentuk Karakter</strong></p>
<p>Kemudian, Branch Manager Bank Mandiri Bandar Lampung Malahayati, Muhammad Yusuf, mengatakan program bank sampah di satuan pendidikan dapat membentuk karakter siswa untuk menjaga lingkungan, pelestarian alam, dan kebersihan lingkungan.</p>
<p>Generasi tersebut, kata dia, juga pada lima tahun mendatang akan menjadi tulang punggung yang baik bagi Provinsi Lampung maupun Indonesia. “Terlebih dari kita ini banyak juga yang berkarir atau berkontribusi di luar Lampung,” katanya.</p>
<p>Kesempatan itu, ia juga mengajak para siswa yang mengikuti program bank sampah memiliki literasi terhadap perbankan. “Selama ini yang diketahui bank hanya tempat menabung saja, padahal banyak sekali hal yang bisa diketahui,” tuturnya.</p>
<p>Diketahui, kegiatan tersebut juga dihadiri Deputi Direktur OJK Lampung, Eti Elyati; Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Lampung, Azah Rawan Sangun, S.Psi, coca cola, perwakilan mitra perbankan anggota Himbara, dan kepala SMA se-Bandar Lampung. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Launching Sistem Digital Bank Sampah di SMAN 1, Kadisdikbud: Menuju Sekolah Hijau</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2026/01/26/launching-sistem-digital-bank-sampah-di-sman-1-kadisdikbud-menuju-sekolah-hijau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 09:25:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 1 Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=9444</guid>

					<description><![CDATA[DOK SEKOLAH TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">DOK SEKOLAH</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, <em>launching</em> atau meluncurkan sistem infomasi digital bank sampah, di SMAN 1 Bandar Lampung, Senin, 26 Januari 2026.</p>
<p>Peluncuran program bank sampah sekaligus dilaksanakan <em>studium generale,</em> serta serah terima sarana prasarana pengolahan sampah di sekolah itu, kata Thomas untuk menuju sekolah hijau, ramah lingkungan, bersih, sehat, dan nyaman.</p>
<p>“Tentunya kalau sekolah ingin tumbuh dan melangkah lebih maju, serta bebas dari masalah sampah, solusi paling bagus berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti bersama Sahabat Gajah yang mendorong pengelolaan sampah secara bijak,” ujar Kadisdikbud.</p>
<p>Program bank sampah, kata dia, tidak hanya memilah dan memilih sampah. Melainkan, juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik pentingnya menjaga lingkungan dengan pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis.</p>
<p>“Tata kelola sampah yang baik maka sekolah kita menjadi bersih, sehat dan nyaman. Tentu pada akhirnya ada nilai ekonomi didapatkan yakni cuan yang bisa berguna bagi sekolah untuk melakukan pengembangan lanjutan menuju sekolah lebih baik,” katanya.</p>
<p>Menurut mantan Sekretaris DPRD Lampung Selatan itu, ada lima satuan pendidikan di Kota Bandar Lampung yang telah diinisiasi oleh sahabat gajah untuk melaksanakan program bank sampah, yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 9, SMKN 1, dan SMKN 4.</p>
<p>“Mudah-mudahan program yang kita lakukan ini membawa energi positif. Kemudian dapat diimbaskan di sekolah-sekolah lain, supaya tata kelola sampah di Kota Bandar Lampung menjadi rujukan bagi kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung,” katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, sampah memang menjadi masalah klasik bagi masyarkat. Namun, bila dapat dikelola dengan baik, maka bisa mendatangkan keuntungan. Salah satu caranya, kata dia, mendaur ulang sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi.</p>
<p>“Sampah-sampah mungkin yang tadinya tidak bisa didaur ulang, hari ini contohnya kita bisa pakai <em>ecobrick</em> yang ternyata mempunya nilai ekonomis baik. Hasilkan dari <em>ecobrick</em> ini menjadi pemasukan bagi siswa maupun sekolah,” kata dia.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9445" src="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/01/FotoGrid_20260126_124308005-768x407-1.jpeg" alt="" width="768" height="407" /></p>
<p><strong>Bank Sampah Program Cerdas</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bandar Lampung Drs. Suharto, M.Pd, mengatakan program bank sampah di Provinsi Lampung merupakan program cerdas guna memberikan wawasan mengenai pengelolaan sampah secara benar dan bijak.</p>
<p>SMAN 1 sebagai salah satu pilot project program, katanya, akan berkomitmen dan bertanggung jawab dalam hal tersebut. Di samping memiliki kepedulian terhadap sampah di lingkungan, progam ini akan membangun jiwa kewirausahaan siswa.</p>
<p>“<em>Alhamdulillah</em> program bank sampah ini direspons positif oleh para siswa. Program yang menanamkan jiwa kewirausahaan ini, pada hasilnya siswa akan memiliki keuntungan yang bisa ditabung sebagai simpanan uang mereka,” katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, setiap hari sekolah mampu mengumpulkan sampah antara delapan hingga sembilan kantong plastik besar. “Sampah itu telah kami kelola dengan baik, bahkan setiap pekannya sahabat gajah mengambilnya dan anak-anak memperoleh hasilnya,” kata dia.</p>
<p>Turut hadir pada kegiatan tersebut, Branch Business Manager BNI Bandar Lampung, Deputi Direktur OJK Lampung, kepala SMA/SMK se-Kota Bandar Lampung, perwakilan Coca Cola dan Forum CSR Lampung, serta sejumlah mitra kerja SMAN 1 Bandar Lampung. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala Disdikbud Lampung: Sekolah Rakyat untuk Anak Keluarga Tidak Mampu</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2026/01/13/kepala-disdikbud-lampung-sekolah-rakyat-untuk-anak-keluarga-tidak-mampu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 01:11:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=9212</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, menegaskan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung merupakan upaya konkret pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.</p>
<p>Hal itu disampaikan Thomas saat peluncuran sekaligus peletakan batu pertama <em>(groundbreaking</em>) pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung di kawasan Kotabaru, Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin, 12 Januari 2026.</p>
<p>Menurutnya, program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, khususnya desil satu dan desil dua (DSL 1 dan DSL 2), yang selama ini kesulitan melanjutkan pendidikan. “Peruntukannya memang bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” kata Thomas.</p>
<p>Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat menjadi sarana pemerintah untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat miskin di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.</p>
<p>“Ini merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Tujuannya memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap bisa bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Peluncuran pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung tersebut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.</p>
<p>Di antaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKP-CK) Thomas Edwin, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) M. Taufiqullah, Kepala Dinas Kesehatan Darwin Rusli, serta pejabat administrator Dinas Sosial Provinsi Lampung.</p>
<p>Program Sekolah Rakyat Tahun 2026 secara nasional diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRI) 9 Banjar Baru, Balai Besar Pelatihan dan Pengembangan Keuangan (BBPPK), Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan.</p>
<p>Dalam peluncuran nasional tersebut, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi hadir langsung mewakili Pemerintah Provinsi Lampung.</p>
<p>Sebelumnya, Provinsi Lampung telah menjalankan Program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025 dengan memanfaatkan fasilitas milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung di Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Lampung Gandeng Bimbel Dongkrak APK Perguruan Tinggi</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/09/23/disdikbud-lampung-gandeng-bimbel-dongkrak-apk-perguruan-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 11:30:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbel]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=8542</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah serius dalam]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah serius dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dari jenjang pendidikan menengah ke perguruan tinggi. Upaya ini diwujudkan dengan mengundang sejumlah lembaga bimbingan belajar (bimbel) dan kursus di wilayah Bandar Lampung untuk duduk bersama mencari formulasi yang tepat.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa langkah tersebut tidak lain adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses dan meningkatkan kesiapan siswa Lampung agar mampu bersaing masuk ke perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN).</p>
<p>“Kalau kita bicara kualitas pendidikan, maka salah satu indikatornya adalah seberapa besar anak-anak kita bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Sayangnya, data yang ada saat ini belum menggembirakan. Angka siswa Lampung yang berhasil menembus PTN masih sangat kecil dibandingkan jumlah lulusan SMA/SMK kita,” ujar Thomas, Selasa, 23 September 2025.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Lampung berada di peringkat ke-35 dari 38 provinsi di Indonesia dalam hal APK perguruan tinggi. Presentase yang dicatat hanya 22,29 persen. Dari sekitar 110 ribu siswa kelas XII di Lampung, hanya sekitar 12 ribu yang diterima di PTN tahun ini.</p>
<p>“Artinya, delapan dari sepuluh anak kita belum berhasil masuk ke PTN. Ini bukan hanya soal angka, tapi tentang masa depan. Kita ingin anak-anak Lampung punya kesempatan yang sama dengan daerah lain, agar mereka bisa membuktikan bahwa putra-putri Lampung juga mampu bersaing di tingkat nasional,” lanjut Thomas.</p>
<p>Menurutnya, rendahnya angka partisipasi tersebut tidak semata-mata karena kemampuan akademik, tetapi juga faktor persiapan dan motivasi siswa. Banyak di antara mereka yang tidak memahami pola seleksi nasional maupun standar kompetensi yang diujikan.</p>
<p>“Oleh karena itu, kami menggandeng bimbingan belajar dan lembaga kursus. Mereka sudah terbiasa mendampingi siswa menghadapi tes masuk perguruan tinggi. Sinergi ini penting supaya siswa kita tidak hanya belajar di sekolah, tapi juga mendapat tambahan pembekalan, strategi, serta motivasi agar percaya diri menghadapi persaingan,” jelasnya.</p>
<p>Thomas Amirico menegaskan, keberhasilan peningkatan APK perguruan tinggi bukanlah pekerjaan satu pihak saja. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan lembaga pendidikan non-formal harus berjalan bersama.</p>
<p>“Kalau anak-anak kita hanya belajar sendiri tanpa arahan, mereka akan sulit bersaing dengan daerah lain yang lebih siap. Kita tidak boleh membiarkan itu. Kita ingin Lampung bangkit, anak-anak kita harus punya mimpi besar, dan pemerintah hadir untuk memberi jalan,” tegasnya.</p>
<p>Ia berharap, sinergi yang dibangun ini dapat menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Lampung. “Saya ingin ke depan, ketika kita bicara Lampung, kita bicara provinsi yang mampu melahirkan generasi unggul, mahasiswa-mahasiswa yang diterima di kampus-kampus terbaik di Indonesia. Itu target kita,” pungkasnya.</p>
<h4><strong>Dukungan dari Bimbel</strong></h4>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang GO Lampung, Doni Permana S.Si., mengaku prihatin dengan rendahnya jumlah siswa Lampung yang lolos PTN, khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Namun, ia juga mengapresiasi terobosan Disdikbud Lampung.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi gagasan dan langkah yang ditempuh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Ini adalah sinyal positif bahwa pemerintah daerah serius memikirkan masa depan siswa-siswa Lampung. Kami tentu siap berkontribusi,” kata Doni saat dihubungi, Selasa.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan, GO Lampung berencana menggelar seminar motivasi dan Try Out (TO) SNBT gratis bagi siswa SMA di Lampung. Kegiatan ini dijadwalkan pada November 2025, setelah siswa mengikuti Tes TKA.</p>
<p>“Seperti yang disampaikan Bapak Kadis, minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri masih minim, dan banyak yang belum tahu sejauh mana kemampuan mereka. Untuk itu, kami ingin hadir memberi motivasi sekaligus kesempatan bagi mereka untuk mengukur diri melalui try out. Harapannya, anak-anak bisa lebih siap, lebih percaya diri, dan peluang kelulusan ke PTN meningkat,” ujarnya.</p>
<p>Hal senada di sampaikan oleh Manger Bimbel Platinum, M Zaini, yang menyatakan bahwa hal ini merupakan langkah baru dan inovatif dari kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.</p>
<p>“Dimana pertama kalinya kami selaku bimbingan belajar dilibatkan dalam proses transformasi mutu pendidikan kita , kami berharap kegiatan ini menjadi stimulus awal yang sangat baik serta harus dilakukan secara berkala demi kemajuan Lampung untuk semua,” katanya.</p>
<p>Untuk diketahui, Bimbingan belajar yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni, Ganesha Operator, Bimbel Abdi Negara, Bimbel Prosus Intel, Bimbel Platinum, Ruang Guru, LB Lia, English1 Lampung, Primagama, Bimbel Nings Covise, Bimbel Nurul Fikri. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadisdikbud Thomas Dorong Penguatan Literasi di Wilayah Lampung Tengah</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/09/04/kadisdikbud-thomas-dorong-penguatan-literasi-di-wilayah-lampung-tengah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 14:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=8264</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico melakukan penguatan literasi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico melakukan penguatan literasi kepada guru dan pelajar SMA dan SMK se-Lampung Tengah, di SMA Negeri 1 Seputih Agung, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, Kamis 4 Agustus 2025.</p>
<p>Thomas – sapaan akrabnya itu mengatakan, berangkat dari rendahnya IPM di Lampung, yang salah satu didalamnya adalah pendidikan terutama soal Literasi.</p>
<p>“Maka atas instruksi Gubernur Lampung, kita harus bersama-sama meningkatkan literasi, baik bagi para guru dan murid, sehingga tidak hanya mampu membaca dan menulis tapi juga berkarya, berinovasi, dan menumbuh kembangkan bakat,” kata Thomas, dihadapan peserta kegiatan.</p>
<p>Ia yang kesempatan itu didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMA Diona Katharina, S.Sos, M.Pd, Kepala. Bidang Pembinaan Ketenagaan Jhoni Effendi, S.T., M.T, itu menyebut kemajuan teknologi era saat ini yang membuat semua orang tergantung dengan gawai dan media sosial.</p>
<p>“Sehingga kini kita kehilangan budaya bicara, saling sapa, bercakap cakap. Semua terfokus pada HP. Ini sapah satu dampak,” ujarnya mantan Sekretaris DPRD Lampung Selatan ini.</p>
<p>Thomas mengatakan bahwa literasi bukan sekadar membaca dan menulis. “Ini soal membentuk daya pikir kritis anak-anak kita, dan itu tanggung jawab kongkret kepala sekolah. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kita kehilangan satu generasi yang gagal berpikir,” kata Thomas.</p>
<p>Kesempatan itu, Thomas juga mengajak seluruh jajaran pendidik untuk berani berpikir kritis dan memetakan strategi konkret dalam membangun budaya literasi.</p>
<p>“Implementasinya bisa dimulai dari pembinaan anak-anak OSIS agar menjadi navigator literasi di sekolah baik pada anak Pramuka, dan lain-lain. Karena mereka yang akan menumbuhkan semangat membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bisa bersaing hingga ke tingkat provinsi,” ujarnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Daswati Didorong Jadi Cagar Budaya</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/09/04/rumah-daswati-didorong-jadi-cagar-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 12:17:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=8258</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Pemerintah Provinsi Lampung berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung, Tim Ahli Cagar]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Pemerintah Provinsi Lampung berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung, Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Lampung dan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Lampung (Himatur) mendorong Rumah Daswati untuk ditetapkan sebagai cagar budaya sekaligus direstorasi, sehingga tetap lestari sebagai jejak sejarah perjuangan rakyat Lampung.</p>
<p>Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Pembersihan Area dan Pengenalan Sejarah Rumah Daswati sebagai salah satu Objek Bersejarah di Lampung. Kegiatan diselenggarakan oleh Himatur di Rumah Daswati yang terletak di Jalan Tulang Bawang Nomor 11, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, Kamis, 4 September 2025.</p>
<p>Rumah Daswati merupakan salah satu bukti sejarah terbentuknya Provinsi Lampung. Rumah ini awalnya milik pejuang kemerdekaan yang berasal dari Menggala, Achmad Ibrahim, rumah ini dipakai sejak 7 Maret 1963 sebagai Kantor Panitia Perjuangan Daerah Swatantra Tingkat I (Daswati I) Lampung, tempat berkumpul dan merumuskan pemisahan Lampung dari Sumatera Selatan hingga akhirnya Lampung diresmikan sebagai provinsi pada 18 Maret 1964.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dalam melestarikan Rumah Daswati.</p>
<p>“Hari ini adalah sebuah kolaborasi antara mahasiswa kemudian pemerhati budaya, kemudian dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, kemudian dari Pemerintah provinsi Lampung untuk bagaimana kita melakukan langkah-langkah strategis untuk memelihara warisan budaya yang ada di Provinsi Lampung salah satunya adalah Rumah Daswati,” ucapnya.</p>
<p>“Nanti, pemerintah kota akan melakukan penelusuran asetnya kemudian juga nanti dari kawan-kawan dari arsitektur untuk menggambar supaya orisinalitasnya tetap terjaga dan tim cagar budaya dari Provinsi Lampung ikut juga memantau supaya nanti kita bisa anggarkan kita segera perbaiki,” sambungnya.</p>
<p>Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung akan segera menindaklanjuti arahan tersebut dalam upaya mendorong Rumah Daswati untuk ditetapkan sebagai cagar budaya.</p>
<p>“Tentunya yang tadi kita sepakati arahan dari teman-teman Tim Ahli Cagar Budaya provinsi Lampung, Pemerintah Kota Bandar Lampung akan membentuk tim ahli juga cagar budaya kota dan akan mengusulkan rumah Daswati ini menjadi usulan cagar budaya di kota Bandar Lampung yang nanti selanjutnya Provinsi Lampung akan mengusulkan menjadi cagar budaya nasional. Dan sesuai dengan apa yang dikatakan pak kadis tadi, kita akan menelusuri asetnya dan secara administratif kita tata lebih baik lagi,” jelasnya.</p>
<p>Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Lampung, Anshori Djausal dalam kesempatan tersebut juga menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah dalam melindungi situs sejarah.</p>
<p>“Kita saling bantu karena tenaga hal ini boleh dipinjamkan. Itu ada sekitar 15 situs budaya semua di Lampung. Di Lampung Utara ada satu situsnya yang digerus oleh tambang pasir. Minta tolong, kita, juga bupati harus bantu. Kita siap bantu karena banyak sekali yang menjadi perhatian,” tegasnya.</p>
<p>Wakil Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Lampung, Maskun, dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan kebahagiaannya melihat kepedulian berbagai pihak terhadap Rumah Daswati.</p>
<p>“Kami dari tim ahli cagar budaya provinsi Lampung tentunya pada kesempatan pagi hari ini merasa bahagia luar biasa karena mimpi dan usaha yang sudah kami rintis dari tahun 2020, pagi ini menampakkan sebuah kenyataan bahwa dari berbagai pihak baik dari masyarakat akademik kemudian para pemangku kebijakan yang ada di kota maupun yang ada di Provinsi Lampung serius memberikan kepedulian dan perhatiannya untuk bagaimana bangunan yang sangat bersejarah ini untuk segera bisa ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat Kota Bandar Lampung,” ucapnya.</p>
<p>Maskun berharap kegiatan ini dapat menjadi awal untuk realisasi secepatnya bangunan Rumah Daswati untuk ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya Kota Bandar Lampung.</p>
<p>Perwakilan Himatur, Hariz Fadhila Rais, menyatakan kegiatan ini menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam pelestarian sejarah.</p>
<p>“Kegiatan hari ini dapat menjadi fondasi awal untuk kami sebagai mahasiswa, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap cagar budaya yang ada di Provinsi Lampung,” ucapnya.</p>
<p>“Rumah Daswati ini menjadi awal dari terbentuknya Provinsi Lampung maka dari itu kami sebagai mahasiswa berfikir dan memiliki kepedulian untuk menjaga hal ini karena Rumah Daswati ini dapat menjadi tempat pembelajaran kami, tempat edukasi, tempat wisata bahkan icon di Provinsi Lampung, maka dari itu kami berharap rumah Daswati ini dapat terus terjaga dan dilestarikan,” harapnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Lampung Terbitkan SE Pakaian Seragam Peserta Didik</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/07/19/disdikbud-lampung-terbitkan-se-pakaian-seragam-peserta-didik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 05:25:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta Didik]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=8133</guid>

					<description><![CDATA[DOK TEGAKLURUS.CO – Menindak lanjuti arahan Gubernur Lampung pada hari Selasa 15 Juli 2025 lalu,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">DOK</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Menindak lanjuti arahan Gubernur Lampung pada hari Selasa 15 Juli 2025 lalu, dan dalam rangka Transparansi Pemerintah Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Terbitkan Surat Edaran Tentang Pakaian Seragam Peserta Didik SMA/SMK/SLB dengan Nomor : 800/ 1804 /V.01/DP.2/2025.</p>
<p>SE tersebut juga berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia No 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.</p>
<p>Dalam Surat Edaran tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico menyampaikan bahwa, wali murid diberikan kebebasan untuk melakukan pembelian pakaian seragam sekolah.</p>
<p>“Kami menegaskan bahwa kami memberikan kebebasan kepada siswa atau wali murid untuk membeli pakaian seragam dimanapun, bisa membeli di koperasi sekolah, di pasar atau menjahit sendiri.</p>
<p>Asalkan sesuai dengan ketentuan yang sudah ditentukan terkait warna dan juga model pakaian seragam,” katanya, Jumat, 18 Juli 2025.</p>
<p>Thomas menegaskan langkah ini diambil agar tidak ada keluhan wali murid terkait dugaan praktik penunjukan tempat pembelian seragam yang dianggap memberatkan wali murid.</p>
<p>Disdikbud Lampung pun menegaskan komitmen untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam dunia pendidikan di Lampung.</p>
<p>“Kami berharap dengan kebijakan ini, tidak ada lagi rasa curiga atau kekecewaan dari wali murid terhadap pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan. Kepercayaan publik adalah pondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berintegritas,” tambahnya.</p>
<p>Disdikbud juga mengimbau kepada kepala sekolah dan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan untuk mematuhi ketentuan tersebut dan tidak melakukan penjualan seragam secara langsung di sekolah, kecuali dalam kondisi tertentu yang telah mendapat persetujuan resmi dan transparan.</p>
<p>Dengan adanya edaran ini, diharapkan proses awal tahun ajaran baru dapat berjalan lebih lancar, tanpa polemik terkait pengadaan seragam sekolah.</p>
<p>Berikut isi Surat Edaran (SE) dengan Nomor : 800/ 1804 /V.01/DP.2/2025 tentang seragam peserta didik SMA/SMK/SLB SE Provinsi Lampung.</p>
<p><strong>Kami informasikan kepada Saudara sebagai berikut :</strong></p>
<p>1. Bahwa untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan kedisiplinan peserta didik serta meningkatkan citra satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah jalur pendidikan formal, perlu pengenaan pakaian seragam sekolah bagi<br />
peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah jalur<br />
pendidikan formal;</p>
<p>2. Pengaturan pakaian seragam Sekolah bertujuan :</p>
<p>a. Menanamkan dan menumbuhkan nasionalisme, kebersamaan serta memperkuat persaudaraan di antara Peserta Didik;</p>
<p>b. Menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan di kalangan Peserta Didik;</p>
<p>c. Meningkatkan kesetaraan tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi orang tua atau wali Peserta Didik ; dan</p>
<p>d. Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab peserta didik.</p>
<p>3. Tujuan pengaturan pakaian seragam sekolah sebagaimana dimaksud pada nomor 2 menjadi dasar bagi sekolah dalam menyusun peraturan tentang pakaian seragam sekolah;</p>
<p>4. Satuan Pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB Se-provinsi Lampung agar berpedoman pada peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pokok surat;</p>
<p>5. Pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua atau wali peserta didik;</p>
<p>6. Orang tua atau wali peserta didik dibebaskan untuk menentukan tempat pembelian seragam peserta didik. Dapat di toko seragam, di koperasi sekolah atau tempat-tempat lainnya.</p>
<p>Demikian surat Edaran ini dimaksud untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SPMB Berjalan Sesuai Juknis, Disdikbud Lampung Tuai Apresiasi</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/06/25/spmb-berjalan-sesuai-juknis-disdikbud-lampung-tuai-apresiasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 09:17:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[SPMB 2025/2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=7729</guid>

					<description><![CDATA[Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico. DOK TEGAKLURUS.CO – Upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provisi Lampung]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico. DOK</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provisi Lampung dalam melaksanakan Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun 2025 yang Transparan dan Akuntabel di Provinsi Lampung menuai apresiasi dan pujian dari berbagai pihak.</p>
<p>Kepala Ombudsman Provinsi Lampung, Kepala BPMP Provinsi Lampung dan pemerhati pendidikan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Disdikbud Lampung atas kelancaran dan transparansi pelaksanaan SPMB tahun ini.</p>
<p>Kepala Ombudsman Provinsi Lampung, Nur Rohman mengatakan, Pihaknya menilai Disdikbud Lampung telah berhasil menciptakan iklim SPMB yang minim celah untuk praktik kecurangan atau intervensi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>“Ini adalah langkah maju yang patut dicontoh. Transparansi dan akuntabilitas dalam SPMB adalah kunci untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam Pendidikan,” kata Nur Rohman Rabu, 25 Juni 2025.</p>
<p>Bahkan, kata dia, beberapa perubahan regulasi terkait SPMB tidak hanya SMA/SMK tapi juga dari SD dan SMP. Upaya yang dilakukan dalam proses kita apresiasi termasuk kecepatan penyelesaian permasalahan.</p>
<p>“Hanya memang tidak cukup hanya komitmen awal tapi harus konsisten dan tetap membuka diri dan mengevaluasi karena memang baru pertama maka pasti ada beberapa kekurangan dan perlu perbaikan ke depan supaya bisa lebih baik lagi,” tegasnya.</p>
<p>Sementara, kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Lampung Khairullah mengungkapkan, jika Pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Tahun ajaran 2025/2026 di Provinsi Lampung telah berjalan dengan baik sampai pada tahap pengumuman kelulusan yang telah dilaksanakan.</p>
<p>“Hal ini merupakan hal positif dalam rangka pelaksanaan layanan pendidikan bagi masyarakat yang harus diapresiasi secara bersama. Hingga dilaksanakan pengumuman kelulusan pada hari ini hampir tidak ada permasalahan yang berarti yang dapat menghambat pelaksanaan SPMB tahun 2025 ini secara berarti,” ucapnya.</p>
<p>Hal ini, sambung dia, menunjukkan bahwa semua pihak yang berperan secara langsung maupun tidak langsung telah bekerja secara baik dan menciptakan suasana yang kondusif dalam terlaksananya semua tahapan dalam SPMB Tahun 2025 secara adil dan transparan.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang telah berperan aktif dalam menjamin penyelenggaraan SPMB tahun 2025 ini berjalan secara objektif dan transparan.</p>
<p>“BPMP Provinsi Lampung melalui tim SPMB tahun 2025 juga telah melakukan monitoring dan evaluasi ke beberapa sekolah pada saat maupun pasca SPMB serta menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak-pihak yang terkait, sehingga saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada mereka,” terangnya.</p>
<p>Hal senada juga diungkapkan Pemerhati Pendidikan Lampung Ardiansyah, bahwa dirinya salut dan sangat mendukung sikap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico yang tetap konsisten menegakkan aturan sesuai juknis (petunjuk teknis) yang ada.</p>
<p>“Dukungan yang bisa kita lakukan pertama dari diri kita sendiri untuk tidak meminta tolong, menitipkan calon yang semestinya nggak lulus menjadi lulus,” urainya.</p>
<p>Ia menerangkan, semua pihak harus mendukung apa yang telah dilakukan Disdikbud Lampung. Karena telah transparan dalam proses SPMB.</p>
<p>“Jadi kita semua mendukung sikap dan konsistensi Kadis dengan melakukan pengawasan. Karena Kadis pasti punya keterbatasan dalam mengawasi regulasi yang ada. Sebab tidak menutup kemungkinan ada oknum staf dan jajarannya yang melakukan pelanggaran itu, baik disengaja maupun tidak disengaja,” terangnya.</p>
<p>Menurut Bang Aca sapaan akrabnya, seluruh pihak juga harus berani menyuarakan dugaan pelanggaran, apalagi jika ada indikasi permainan dalam proses kelulusan.</p>
<p>“Sampaikan, baik langsung ke Kadisnya atau bahkan bisa juga disampaikan ke publik. Namun harus didukung data yang akurat, Misalnya ada siswa yang harusnya nggak lulus tapi karena dia anak pejabat atau mantan pejabat akhirnya diluluskan maka publik harus bersuara,” tandasnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SPMB SMA/SMK Lampung 2025 Berjalan Sesuai Aturan, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/06/18/spmb-sma-smk-lampung-2025-berjalan-sesuai-aturan-masyarakat-diminta-waspada-hoaks/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 13:52:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[SMA/SMK]]></category>
		<category><![CDATA[SPMB 2025/2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=7640</guid>

					<description><![CDATA[DOK TEGAKLURUS.CO – Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK negeri tahun ajaran 2025/2026 di]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">DOK</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK negeri tahun ajaran 2025/2026 di Provinsi Lampung telah berjalan sesuai pedoman dan petunjuk teknis (juklak dan juknis) yang berlaku.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan SPMB ini merupakan sistem baru yang secara resmi menggantikan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebelumnya.</p>
<p>Perubahan ini didasarkan pada Permendikdasmen RI Nomer : 3/2025 dan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/289/V.01/HK/2025, yang diterbitkan pada 21 April 2025. Perubahan nomenklatur dan landasan hukum ini menunjukkan adanya upaya formalisasi dan penguatan kerangka kerja untuk proses penerimaan siswa baru di tingkat provinsi.</p>
<p>“Kami pastikan bahwa seluruh tahapan SPMB SMA tahun ini telah dilaksanakan berdasarkan dan juklak dan juknis yang telah ditetapkan. Semua proses, mulai dari pendaftaran hingga pengumuman hasil, dapat diakses dan diawasi oleh publik,” katanya, Rabu, 18 Juni 2025.</p>
<p>Menurut dia, seluruh penentuan penerimaan siswa baru telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Penegasan ini disampaikan untuk memastikan objektivitas dan akuntabilitas proses yang berjalan.</p>
<p>Ia juga secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terkecoh dengan berita hoaks yang beredar, yang berupaya menggiring opini seolah-olah terjadi kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru ini. Imbauan ini muncul di tengah kekhawatiran akan disinformasi yang dapat meresahkan publik.</p>
<p>Pernyataan kepala Disdikbud ini bukan sekadar imbauan verbal, melainkan didukung oleh tindakan nyata yang telah diambil. Dinas, katanya telah menunjukkan ketegasan dengan mengidentifikasi dan mendiskualifikasi calon siswa yang terbukti melakukan kecurangan data dalam SPMB 2025.</p>
<p>Thomas Amirico secara langsung mengonfirmasi bahwa setelah diverifikasi, ditemukan data yang tidak sesuai dan curang, yang berujung pada diskualifikasi siswa tersebut. Tindakan proaktif dan tegas ini berfungsi sebagai mekanisme penting untuk membangun dan memulihkan kepercayaan publik.</p>
<p>“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak hanya berbicara tentang integritas, tetapi juga secara aktif menegakkannya, memberikan bukti nyata konsekuensi bagi pelanggaran, dan dengan demikian secara langsung menanggapi narasi yang tidak benar dengan tindakan yang dapat diverifikasi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi pelanggaran di masa mendatang dan meyakinkan masyarakat tentang keadilan proses penerimaan,” tambahnya.</p>
<p>Dikatakannya juga bahwa pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 diatur secara rinci berdasarkan juknis yang termuat dalam Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/289/V.01/HK/2025, yang diterbitkan pada 21 April 2025. Dokumen ini menjadi panduan utama bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari panitia sekolah hingga calon peserta didik dan orang tua.</p>
<p>Juknis ini secara eksplisit menegaskan bahwa SPMB harus dilaksanakan dengan prinsip-prinsip utama: objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.</p>
<p>Selain itu, ditegaskan pula bahwa proses pendaftaran tidak dipungut biaya apapun, menjamin aksesibilitas bagi semua calon murid tanpa hambatan finansial.</p>
<p>“Pergeseran dari terminologi “PPDB” ke “SPMB” yang diresmikan melalui Keputusan Gubernur ini bukan sekadar perubahan nama. Ini merupakan indikasi adanya upaya yang lebih mendalam dan formal dari pemerintah provinsi untuk meningkatkan integritas, keadilan, dan konsistensi dalam proses penerimaan siswa. Dengan landasan hukum yang lebih tinggi dan eksplisit, kerangka kerja SPMB menjadi lebih kuat dan dapat ditegakkan secara lebih baik. Perubahan ini dapat dipahami sebagai respons terhadap kebutuhan akan sistem yang lebih kokoh dan akuntabel, terutama mengingat adanya dugaan-dugaan ketidakberesan di masa lalu yang sempat memicu protes dan intervensi dari berbagai pihak. Sistem yang baru ini dirancang untuk memberikan panduan yang lebih jelas dan akuntabilitas yang lebih kuat, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik yang lebih besar terhadap proses penerimaan,” terang mantan Sekwan DPRD Lampung Selatan ini.</p>
<p>Pernyataan Disdikbud yang meminta masyarakat untuk tidak terkecoh dengan berita hoaks sangat relevan dan krusial, mengingat sensitivitas tinggi dari proses penerimaan siswa baru yang seringkali menjadi sasaran disinformasi.</p>
<p>Lembaga pendidikan di Lampung juga telah memberikan klarifikasi serupa, mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mempercayai informasi yang tidak diverifikasi, terutama terkait tuduhan yang tidak berdasar. Hal ini menekankan pentingnya sumber informasi yang valid dan terpercaya dalam menghadapi gelombang informasi yang tidak akurat.</p>
<p>“Narasi mengenai “hoaks” tentang kecurangan dalam penerimaan siswa baru kemungkinan besar bukan sepenuhnya tanpa dasar, melainkan merupakan manifestasi dari ketidakpercayaan publik yang mendalam, yang mungkin berakar pada pengalaman masa lalu atau kekhawatiran umum tentang integritas proses publik yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, sekadar menyangkal keberadaan hoaks tidaklah cukup untuk membangun kembali kepercayaan. Tindakan proaktif yang kami ambil (seperti diskualifikasi data curang) dan pengawasan berlapis yang melibatkan Ombudsman jauh lebih efektif karena secara langsung mengatasi akar penyebab ketidakpercayaan dengan menunjukkan tindakan konkret terhadap praktik kecurangan,’ tandasnya.</p>
<p>Untuk diketahui, berdasarkan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/289/V.01/HK/2025 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru pada SMA dan SMK di Provinsi Lampung Tahun Ajaran 2025/2026 dijelaskan bahwa SPMB dilaksanakan dengan menggunakan 4 jalur, masing-masing:<br />
1. Jalur Domisili<br />
2. Jalur Afirmasi<br />
3. Jalur Prestasi<br />
4. Jalur Mutasi</p>
<p>Jalur Domisili pada SPMB Tahun Pelajaran 2025/2026 berbeda dengan Jalur Zonasi PPDB Tahun Pelajaran 2024/2025 , dimana pada saat Zonasi jika jumlah pendaftar melebihi jumlah kuota , maka penentuan penerimaan berdasarkan jarak terdekat dari tempat tinggal calon murid ke sekolah tujuan.</p>
<p>Sedangkan pada Jalur Domisli, dalam hal calon murid yang mendaftar melalui jalur domisili pada SMA melampaui jumlah kuota yang ditetapkan oleh Pemerintah daerah, penentuan penerimaan murid dilakukan dengan urutan prioritas :<br />
a) Kemampuan akademik berdasarkan transkrip nilai ijazah/SKL (sebagai pengganti nilai TKA yang belum dilaksanakan di SMP)<br />
b) Jarak tempat tinggal terdekat ke satuan Pendidikan yang dituju<br />
c) Usia calon murid yang lebih tua berdasarkan akte kelahiran</p>
<p>Sedangkan jalur Afirmasi, adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyadang disabilitas dengan pola penentuan diterima atau tidak murid baru tersebut berdasarkan urutan:<br />
a) Jarak tempat tinggal murid yang terdekat dengan satuan Pendidikan</p>
<p>Dan Jalur Prestasi, adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki prestasi di bidang akademik dan/atau non-akademik, dengan ketentuan:<br />
a) Prestasi akademik ditentukan berdasarkan nilai rapor semester 1 sampai dengan semester 5 untuk 7 mata Pelajaran (Pendidikan Agama, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan IPS)<br />
b) Prestasi non-Akademik ditentukan pembobotan piagam yang dimiliki.</p>
<p>Lalu untuk jalur Mutasi, adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang berpindah domisili karena perpindahan tugas orang tua dengan pola penentuan diterima atau tidak murid baru tersebut berdasarkan urutan :<br />
a) Surat pindah tugas orang tua<br />
b) Jarak tempat tinggal calon murid</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
