<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hari Raya Idulfitri 1447 H</title>
	<atom:link href="https://tegaklurus.co/tag/hari-raya-idulfitri-1447-h/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<description>Tegaklurus Media Berita dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Mar 2026 15:35:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2024/12/icon-100x100.png</url>
	<title>Hari Raya Idulfitri 1447 H</title>
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syawal di Halaman Disdikbud, Ketika Maaf Menjadi Energi Baru Bekerja</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2026/03/30/syawal-di-halaman-disdikbud-ketika-maaf-menjadi-energi-baru-bekerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 15:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Balam]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kota Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Idulfitri 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=10059</guid>

					<description><![CDATA[FOTO: TAUFIQUR ROHMAN TEGAKLURUS.CO – Pagi itu, Senin, 30 Maret 2026, suasana di halaman Dinas]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;"><b>FOTO: TAUFIQUR ROHMAN</b></h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Pagi itu, Senin, 30 Maret 2026, suasana di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung terasa berbeda. Tidak ada wajah tegang seperti hari kerja biasa. Senyum lebih mudah terbit, tangan-tangan saling terulur, dan ucapan <em>minal aidin walfaizin</em> mengalir hangat di antara para pegawai.</p>
<p>Di momen bulan Syawal 1447 Hijriah itu, Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud, Hj. Eka Afriana, S.Pd, mengajak seluruh jajaran untuk memaknai Idulfitri tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai awal yang baru, baik secara pribadi maupun dalam pekerjaan.</p>
<p>Apel pagi yang biasanya berlangsung formal, kali ini terasa lebih cair. Para kepala satuan pendidikan pada jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP, hingga para staf dan pejabat dinas setempat larut dalam suasana saling memaafkan. Tidak ada sekat jabatan, semua berdiri dalam posisi yang sama, manusia yang ingin kembali bersih setelah sebulan berpuasa.</p>
<p>Di sela-sela kehangatan itu, terselip harapan sederhana, yakni semangat kebersamaan ini tidak berhenti di hari itu saja.</p>
<p>“Setelah Lebaran, mari kita bekerja lebih baik. Mulailah dengan hal-hal yang baik dan positif guna mencapai tujuan kerja yang diharapkan,” pesan Plt Kepala Disdikbud kepada seluruh pegawai, pagi itu.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-10060" src="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/03/FotoGrid_20260330_092420624-768x768-1.jpeg" alt="" width="768" height="768" srcset="https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/03/FotoGrid_20260330_092420624-768x768-1.jpeg 768w, https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2026/03/FotoGrid_20260330_092420624-768x768-1-100x100.jpeg 100w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></p>
<p>Bagi sebagian pegawai, kesempatan ini juga menjadi titik kembali setelah menjalani pola kerja fleksibel. Kini, rutinitas perlahan kembali seperti semula. Namun, ada sesuatu yang berbeda, suasana batin yang lebih ringan, hubungan kerja yang terasa lebih dekat.</p>
<p>Di dunia pendidikan, hal-hal kecil punya arti besar. Lingkungan kerja yang harmonis menjadi fondasi bagi lahirnya kinerja yang baik. Pegawai yang merasa nyaman, akan lebih mudah menyalurkan energi positifnya ke dalam pekerjaan.</p>
<p>Pesan kepada para kepala sekolah pun disampaikan dengan cara yang lebih membumi. Bekerja dengan baik bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan dari siswa, orang tua, hingga masyarakat.</p>
<p>Begitu pula dengan para PPPK, yang diingatkan untuk tetap menjaga disiplin. Di tengah suasana Lebaran yang penuh kehangatan, profesionalisme tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan.</p>
<p>Syawal memang selalu punya cara sendiri untuk menyentuh sisi manusiawi. Tidak hanya membawa tradisi saling memaafkan, tetapi juga memberi ruang untuk memulai dengan hati yang lebih ringan dan niat yang lebih jernih. (ARYA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret 2026</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2026/03/20/hasil-sidang-isbat-idul-fitri-2026-jatuh-21-maret-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 10:18:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Idulfitri 1447 H]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=9979</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat 1 Syawal 1447 H hari ini,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat 1 Syawal 1447 H hari ini, Kamis 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H. Melalui sidang ini, ditetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.</p>
<p>Ketetapan resmi ini diputuskan setelah melakukan sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat hari ini, Kamis, 19 Maret 2026.</p>
<p>“Kementerian Agama telah mengkonfirmasi dari hasil pemantauan petugas yang ditempatkan setidaknya 117 titik pengamat di seluruh Indonesia dan tim penerima laporan rukyat di pusat telah mengkonfirmasi bahwa hilal tidak terlihat. Dengan demikian berdasarkan hasil sidang isbat disepakati 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar yang memimpin sidang isbat dalam konferensi pers.</p>
<p>Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat dalam menetapkan awal Syawal. Data hisab dikonfirmasi lewat proses pemantauan hilal atau rukyatul hilal.</p>
<p>Hilal baru bisa dirukyat apabila telah memenuhi kriteria visibilitas hilal Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dengan tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4°.</p>
<p>Berdasarkan hasil hisab Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, posisi hilal di wilayah NKRI belum ada yang memenuhi kriteria tinggi hilal. Karenanya, secara hisab 1 Syawal 1447 H/2026 M akan jatuh pada 21 Maret 2026.</p>
<p>Sebelumnya, Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya memaparkan, pada 29 Ramadan 1447 Hijriah, data menunjukkan ketinggian hilal di Indonesia berada pada rentang 0,91 hingga 3,13 derajat. Sementara itu, elongasi hanya berkisar antara 4,54 hingga 6,10 derajat masih berada di bawah batas minimal yang telah ditentukan.</p>
<p>“Berdasar kriteria MABIMS, pada tanggal 29 Ramadan 1447 H/Maret 2026 M posisi hilal di wilayah NKRI”Jika ada yang memenuhi kriteria tinggi dan elongasi minimal di satu tempat di NKRI saja, maka berlaku untuk seluruh wilayah hukum NKRI. Namun ternyata tidak ada satupun tempat di NKRI yang memenuhi kriteria,” ujar Cecep dalam pemaparan seminar posisi hilal.</p>
<p>Sidang isbat dihadiri oleh beberapa pihak, antara lain perwakilan duta besar negara sahabat. Ada juga beberapa lembaga terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha ITB, serta Planetarium Jakarta. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
