<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jagung</title>
	<atom:link href="https://tegaklurus.co/tag/jagung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<description>Tegaklurus Media Berita dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 14:26:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.2</generator>

<image>
	<url>https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2024/12/icon-100x100.png</url>
	<title>Jagung</title>
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua Komisi II DPRD Lampung Pinta Pemerintah Pusat Evaluasi Kadar Air Jagung</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/06/30/ketua-komisi-ii-dprd-lampung-pinta-pemerintah-pusat-evaluasi-kadar-air-jagung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 14:26:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD PROVINSI LAMPUNG]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[Kadar Air Jagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=7797</guid>

					<description><![CDATA[DOK TEGAKLURUS.CO – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung meminta pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan penyerapan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">DOK</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung meminta pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan penyerapan jagung yang mensyaratkan kadar air maksimal 14 persen.</p>
<p>Hal ini dinilai menyulitkan petani dan membuat mereka belum sepenuhnya menikmati harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram.</p>
<p>“Lampung ini termasuk provinsi penghasil jagung terbesar keenam di Indonesia. Artinya, banyak petani menggantungkan hidupnya dari komoditas jagung, selain padi. Kami berharap petani jagung juga bisa merasakan kebahagiaan seperti petani padi, yang saat ini menjual hasil panennya dengan harga Rp6.500 tanpa persyaratan kadar air,” ujar Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki atau yang akrab di sapa Abas.</p>
<p>Menurutnya, Bulog sebelumnya telah menyerap jagung petani pada periode Februari hingga April 2025 dengan harga sesuai mandat Presiden, yakni Rp5.500 per kilogram tanpa syarat kadar air.</p>
<p>Namun sejak Mei, penyerapan dihentikan karena adanya surat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang mewajibkan kadar air maksimal 14 persen dalam pembelian jagung.</p>
<p>“Petani sangat keberatan dengan syarat kadar air ini. Rata-rata jagung pipilan hasil panen petani masih memiliki kadar air antara 34-35 persen. Untuk mencapai kadar air 14 persen, mereka harus melakukan pengeringan yang butuh waktu dan biaya, apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” jelasnya.</p>
<p>Ia menyebut, pengeringan manual menggunakan lantai jemur hanya mampu menurunkan kadar air hingga 17 persen.</p>
<p>Sisanya, petani membutuhkan alat pengering <em>(dryer),</em> namun alat tersebut jumlahnya masih sangat terbatas.</p>
<p>“Kalau pemerintah bisa membeli padi tanpa syarat kadar air, kenapa jagung tidak bisa? Kami minta kebijakan ini ditinjau ulang. Kami sudah komunikasi dengan jaringan Komisi II di DPRD Jawa Timur, NTB, dan Jawa Tengah sesama daerah penghasil jagung untuk bersuara bersama ke pemerintah pusat,” tambahnya.</p>
<p>Abas juga telah memanggil pihak Bulog untuk membahas persoalan ini. Dalam pertemuan tersebut, Bulog menyatakan kesediaan menyerap jagung petani dengan persyaratan apapun selama ada surat resmi dari Bapanas.</p>
<p>Sementara itu, di lapangan, harga jagung pipilan kering yang dibeli dari petani di Lampung masih bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.500 per kilogram, tergantung kadar air dan kualitas jagung.</p>
<p>“Kami berharap Bulog dan pemerintah pusat bisa mendengar aspirasi ini, agar petani jagung juga bisa tersenyum seperti halnya petani padi,” pungkasnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot – Polresta Tanam Jagung di Bandar Lampung Dukung Ketahanan Pangan Nasional</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/01/21/pemkot-polresta-tanam-jagung-di-bandar-lampung-dukung-ketahanan-pangan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 05:41:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Balam]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Jagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=5345</guid>

					<description><![CDATA[ISTIMEWA TEGAKLURUS.CO – Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Polresta Bandar Lampung melakukan penanaman jagung di]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5 style="text-align: right;">ISTIMEWA</h5>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Polresta Bandar Lampung melakukan penanaman jagung di lahan kosong di Jalan Putri Balau, Kedamaian, Bandar Lampung, Selasa, 21 Januari 2025.</p>
<p>Gerakan penanaman jagung serentak satu juta hektare yang diluncurkan secara virtual dari Kabupaten Subang, Jawa Barat oleh Kapolri dan Menteri Pertanian Republik Indonesia, dukung program ketahanan pangan nasional.</p>
<p>“Penanaman jagung ini juga merupakan bentuk komitmen bersama untuk mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan,” Kata Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, di sela-sela kegiatan.</p>
<p>Pada kegiatan tersebut, Polresta dan Pemkot Bandar Lampung bekerjasama dengan stakeholder terkait, serta masyarakat dari kelompok tani. “Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga program ini,” ujarnya.</p>
<p>Selain dukung ketahanan pangan nasional, program ini meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Bandar Lampung. “Semoga, swasembada pangan nasional tercapai pada 2025 sesuai harapan pemerintah pusat,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bandar Lampung Hj. Eka Afriana, S.Pd, menyambut baik program penanaman jagung yang serentak diluncurkan hari ini.</p>
<p>Katanya, program tersebut selain meningkatkan produktivitas lahan juga dapat mendukung kesejahteraan petani. “Pemkot sangat mendukung program ini,” ujar dia yang juga Kepala Disdikbud Bandar Lampung itu.</p>
<p>Adanya sinergi antara Polresta dan Pemkot Bandar Lampung, ia berharap memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung keberhasilan ketahanan pangan nasional 2025. “Semoga program ini berlanjut,” harapnya.</p>
<p>Kemudian Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Erwin mengatakan pafa program penanaman jagung pihaknya memberikan bantuan berupa bibit jagung dan bibit cabai kepada kelompok tani di wilayah tersebut.</p>
<p>“Kami berikan bantuan sebanyak 5 kilogram bibit jantung dan bibit tanaman cabai sebanyak 600 batang kepada kelompok tani,” kata Erwin seraya menyebut Dinas Peternakan juga pemberian bantuan berupa bibit tanaman serupa. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
