<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lurah Pelita</title>
	<atom:link href="https://tegaklurus.co/tag/lurah-pelita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<description>Tegaklurus Media Berita dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Oct 2025 06:23:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.4</generator>

<image>
	<url>https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2024/12/icon-100x100.png</url>
	<title>Lurah Pelita</title>
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lurah Pelita Terindikasi Memeras</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/10/13/lurah-pelita-terindikasi-memeras/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 06:23:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Lurah Pelita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=8762</guid>

					<description><![CDATA[Dok TEGAKLURUS.CO – Pelayanan publik di Kelurahan Pelita, Kecamatan Enggal, tengah disorot. Lurah Pelita, Wafdi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">Dok</h6>
<hr />
<p>TEGAKLURUS.CO – Pelayanan publik di Kelurahan Pelita, Kecamatan Enggal, tengah disorot. Lurah Pelita, Wafdi Kurnia, diduga melakukan pungutan tidak semestinya alias memeras warga dalam pengurusan surat tanah.</p>
<p>Laporan atas dugaan tersebut telah disampaikan Darozi, S.E, selaku kuasa ahli waris, kepada Inspektorat Kota Bandar Lampung.<br />
Hingga berita ini diturunkan, pihak Inspektorat masih memproses laporan tersebut.</p>
<p>Dalam laporannya, Darozi menyebut bahwa lurah pernah meminta fee sebesar 30 persen dari hasil penjualan tanah, dan pembayaran diminta dilakukan di muka sebelum surat sporadik diterbitkan.</p>
<p>Permintaan itu disebutkan dilakukan karena pihak lurah khawatir tidak mendapat bagian jika pembayaran dilakukan setelah surat keluar.</p>
<p>Namun, saat dikonfirmasi, Lurah Pelita Wafdi Kurnia membantah tudingan tersebut.</p>
<p>“Tidak benar itu,” ujarnya singkat.</p>
<p>Meski begitu, ketika ditanya alasan dirinya menolak menerbitkan surat sporadik, Wafdi beralasan adanya berkas yang belum lengkap. Saat diminta menjelaskan lebih lanjut berkas apa yang dimaksud, lurah enggan memberikan jawaban.</p>
<p>“Apakah pelayanan terhadap masyarakat harus seperti ini,” keluh Darozi.</p>
<p>Ia berharap Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dapat mendengar keluhan mereka dan segera menindaklanjuti laporan ini.</p>
<p>“Semoga Bunda Eva bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik,” pungkasnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
