<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Malahayati</title>
	<atom:link href="https://tegaklurus.co/tag/universitas-malahayati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<description>Tegaklurus Media Berita dan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Sep 2025 03:31:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.4</generator>

<image>
	<url>https://tegaklurus.co/wp-content/uploads/2024/12/icon-100x100.png</url>
	<title>Universitas Malahayati</title>
	<link>https://tegaklurus.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Transformasi Literasi Finansial Pelajar melalui Pengenalan Fintech Seabank dan Pencegahan Judi Online</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/09/24/transformasi-literasi-finansial-pelajar-melalui-pengenalan-fintech-seabank-dan-pencegahan-judi-online/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 03:20:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[SMKN 1 Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malahayati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=8548</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Ayyumi Khusnul Khotimah Universitas Malahayati Bandar Lampung Abstrak Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan dengan tujuan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: center;"><strong>Oleh:</strong></h6>
<h4 style="text-align: center;"><strong>Ayyumi Khusnul Khotimah</strong></h4>
<h6 style="text-align: center;">Universitas Malahayati Bandar Lampung</h6>
<hr />
<h3>Abstrak</h3>
<p>Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk menanamkan kesadaran digital sejak dini kepada para pelajar SMK Negeri 1 Bandar Lampung, khususnya dalam memahami pentingnya literasi keuangan di era teknologi yang terus berkembang. Fokus kegiatan diarahkan pada pengenalan aplikasi Fintech Seabank sebagai salah satu sarana modern untuk mengelola keuangan secara efektif, aman, dan praktis. Melalui pemahaman ini, diharapkan para pelajar mampu menggunakan teknologi finansial secara bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, serta merencanakan keuangan masa depan secara lebih terarah.</p>
<p>Selain itu, sosialisasi ini juga memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya dan dampak negatif dari judi <em>online</em> yang kian marak di kalangan remaja, seperti kerugian finansial, gangguan psikologis, hingga penurunan prestasi dan produktivitas belajar. Kegiatan dilaksanakan dengan metode presentasi interaktif yang dipadukan dengan sesi tanya jawab, sehingga peserta dapat aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta menyampaikan pandangan mereka. Dengan pendekatan partisipatif ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami konsep financial <em>technology,</em> tetapi juga memiliki kesadaran dan komitmen kuat untuk menghindari risiko judi <em>online</em> demi membangun masa depan yang lebih sehat, aman, dan berkualitas.</p>
<p><strong>1. Pendahuluan</strong></p>
<p>Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang keuangan. (Falikhah et al., 2025) Munculnya berbagai <em>platform financial technology (fintech</em>) menjadi inovasi yang membantu masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara digital, cepat, dan efisien. Namun, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan, terutama bagi generasi muda, seperti maraknya kasus penyalahgunaan teknologi untuk kegiatan negatif seperti judi <em>online.</em> (Utami et al., 2025)</p>
<p>Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), aktivitas judi <em>online</em> di Indonesia terus meningkat, dan salah satu segmen yang rentan terhadap pengaruh negatif ini adalah pelajar. (Marpaung &amp; Sitohang, 2025) Minimnya literasi digital dan literasi keuangan di kalangan pelajar membuat mereka lebih mudah tergiur oleh ajakan atau iklan yang menjanjikan keuntungan instan melalui judi <em>online.</em></p>
<p>Dalam konteks ini, edukasi mengenai pentingnya kesadaran finansial sejak dini sangatlah penting. Sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi <em>fintech</em> yang aman, seperti Seabank, dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman pelajar terhadap pengelolaan keuangan digital secara bijak. (Nasir Tajul Aripin et al., 2022) Selain itu, pemahaman tentang risiko dan dampak negatif dari judi <em>online</em> juga perlu disampaikan secara interaktif agar siswa mampu mengambil keputusan keuangan yang sehat. (Sahputra et al., 2022)</p>
<p>SMK Negeri 1 Bandar Lampung dipilih sebagai lokasi kegiatan karena pelajar tingkat SMK berada pada fase usia remaja akhir yang rentan terhadap pengaruh eksternal, namun juga cukup matang untuk menerima edukasi keuangan berbasis teknologi. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan literasi keuangan digital sekaligus pencegahan terhadap praktik judi <em>online</em> di kalangan pelajar. (Juniarta et al., 2025)</p>
<p>Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menitikberatkan pada edukasi penggunaan aplikasi Seabank sebagai alat transaksi digital, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengelolaan produk lokal serta strategi pemasaran bagi pelajar yang berjiwa wirausaha. Hal ini sejalan dengan visi pemberdayaan ekonomi lokal berbasis digital dan pembangunan karakter pelajar agar mampu menjadi individu yang cerdas secara finansial dan tahan terhadap pengaruh negatif di era digital. (Atmaja &amp; Paulus, 2022)</p>
<p><strong>2. Metode</strong></p>
<p>Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara langsung kepada para siswa-siswi SMK Negeri 1 Bandar Lampung dengan tujuan utama untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya literasi keuangan digital di era teknologi saat ini. Seiring dengan pesatnya perkembangan digital, para pelajar semakin mudah mengakses berbagai layanan keuangan melalui perangkat seperti smartphone dan internet. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, akses tersebut dapat disalahgunakan, termasuk untuk hal-hal negatif seperti judi <em>online</em> yang kini semakin marak dan tersembunyi dalam berbagai bentuk aplikasi. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga interaktif, agar peserta tidak hanya memahami konsep yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak serta menghindari praktik-praktik digital yang merugikan.</p>
<p>Kegiatan edukasi ini dilaksanakan secara tatap muka di lingkungan SMK Negeri 1 Bandar Lampung pada tanggal 20 September 2025. Pemilihan lokasi ini didasarkan atas hasil survei yang menunjukkan tingginya tingkat penggunaan smartphone dan akses internet di kalangan siswa, sehingga menimbulkan potensi penyalahgunaan teknologi digital untuk aktivitas yang merugikan seperti perjudian online dan pinjaman <em>online</em> ilegal. Oleh karena itu, SMK Negeri 1 Bandar Lampung dinilai sebagai tempat yang strategis untuk memberikan edukasi terkait literasi keuangan digital dan pencegahan praktik judi <em>online.</em></p>
<p>Subjek kegiatan adalah siswa-siswi kelas XI dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 1 Bandar Lampung. Peserta yang terlibat berjumlah sekitar 70 siswa, dipilih secara <em>purposive</em> berdasarkan keterwakilan kelas dan minat terhadap literasi digital.</p>
<p><strong>3. Hasil dan Pembahasan</strong></p>
<p>Rangkaian kegiatan ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu: pertama, penyampaian materi mengenai aplikasi <em>fintech SEABANK</em> yang mencakup pengenalan fitur-fitur, cara melakukan top-up, transaksi yang aman, serta pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi; kedua, pemberian pemahaman tentang bahaya judi <em>online</em> yang meliputi definisi, modus operandi, risiko finansial, dampak psikologis, serta konsekuensi hukum; dan ketiga, sesi diskusi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai fitur aplikasi <em>SEABANK</em> dan mendapatkan tips agar terhindar dari judi online. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di aula SMKN 1 Bandar Lampung, di mana para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mendengarkan materi secara seksama dan berpartisipasi aktif. Setelah pengenalan aplikasi <em>fintech</em> dan bahaya judi online, ditayangkan video pendek berisi pesan literasi keuangan serta peringatan mengenai risiko judi <em>online</em> yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi yang interaktif antara pemateri dan peserta.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi literasi keuangan digital dan pencegahan judi <em>online</em> yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Bandar Lampung membuahkan hasil yang cukup signifikan dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa terhadap penggunaan teknologi finansial (fintech) secara bijak. Kegiatan ini melibatkan 70 peserta dari dua jurusan, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Keterlibatan aktif para siswa tampak jelas dalam berbagai sesi, mulai dari penyampaian materi hingga diskusi terbuka yang berlangsung secara interaktif.</p>
<p>Pada sesi pembukaan, pihak sekolah memberikan sambutan dan apresiasi yang positif terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Mereka menilai bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dan tepat sasaran, mengingat siswa-siswi saat ini hidup dalam ekosistem digital yang terus berkembang, di mana kemudahan akses terhadap aplikasi keuangan dan platform digital lainnya dapat memberikan manfaat, tetapi juga memunculkan risiko jika tidak disertai literasi yang memadai. (Koskelainen et al., 2023)</p>
<p>Paparan materi mengenai aplikasi <em>fintech,</em> khususnya aplikasi <em>SEABANK,</em> disampaikan secara komunikatif dengan pendekatan yang menyentuh pengalaman langsung siswa dalam menggunakan teknologi digital. Para peserta tampak tertarik pada berbagai fitur utama yang ditawarkan, seperti kemudahan transaksi non-tunai, pengisian saldo (top-up), serta fitur keamanan akun. Banyak siswa yang mengaku telah menggunakan aplikasi sejenis, namun baru memahami pentingnya melindungi informasi pribadi dan data finansial mereka setelah mengikuti sesi ini. Pemahaman tentang keamanan digital, termasuk penggunaan verifikasi dua langkah dan pentingnya tidak membagikan kode OTP, menjadi wawasan baru bagi sebagian besar peserta.</p>
<p>Selain itu, sesi penyuluhan mengenai bahaya judi <em>online</em> berhasil membangkitkan kesadaran kritis para siswa terhadap ancaman tersembunyi di balik tampilan permainan daring yang tampak sepele. Materi disampaikan dengan menekankan bagaimana judi online menyusup melalui berbagai kanal, seperti media sosial, situs web yang tidak terverifikasi, hingga aplikasi permainan yang sering diakses oleh remaja. Tim pemateri juga menyertakan studi kasus nyata yang terjadi di kalangan pelajar, sehingga siswa dapat melihat dampak negatif secara langsung dan kontekstual. (Ilmu et al., n.d.) Banyak peserta yang menyampaikan bahwa sebelumnya mereka tidak menyadari bahwa aktivitas yang tampak seperti permainan biasa ternyata dapat menjerumuskan ke praktik perjudian, baik secara sadar maupun tidak sadar.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, terlihat adanya peningkatan pengetahuan siswa terhadap isu literasi digital dan finansial yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Kegiatan semacam ini menjadi langkah strategis untuk membangun daya tahan digital (digital <em>resilience</em>) di kalangan generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan era ekonomi digital dan maraknya penyalahgunaan teknologi di ranah sosial dan keuangan. (Subagiyo et al., 2024)</p>
<p>Pemutaran video edukatif setelah penyampaian materi berhasil meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Simulasi penggunaan aplikasi fintech dengan cara yang aman, serta narasi singkat mengenai dampak negatif judi online, membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan meninggalkan kesan emosional yang mendalam. Beberapa siswa tampak terdiam dan merenungkan saat menyaksikan bagian akhir video yang menggambarkan konsekuensi psikologis akibat kecanduan judi online. (Penelitian et al., 2024)</p>
<p>Pada sesi diskusi dan tanya jawab, para siswa menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait keamanan transaksi menggunakan aplikasi <em>SEABANK</em>. Mereka juga aktif berbagi pandangan mengenai fenomena judi <em>online</em> yang mulai muncul di lingkungan sekolah. Diskusi berlangsung dengan dinamis dan terbuka, dibimbing oleh moderator yang memastikan jalannya dialog tetap fokus pada topik utama.</p>
<p><strong>4. Kesimpulan</strong></p>
<p>Kegiatan sosialisasi di SMK Negeri 1 Bandar Lampung membuktikan bahwa edukasi mengenai literasi keuangan digital dan bahaya judi <em>online</em> sangat penting dan relevan bagi pelajar, khususnya di era teknologi yang berkembang pesat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman awal pelajar tentang konsep <em>fintech</em> masih terbatas, meskipun mereka sudah menggunakan beberapa fiturnya secara tidak sadar. Namun, antusiasme terhadap pengenalan aplikasi SeaBank menunjukkan adanya minat tinggi untuk belajar lebih lanjut tentang pengelolaan keuangan digital yang aman dan efisien.</p>
<p>Sementara itu, penyuluhan mengenai bahaya judi online membuka wawasan baru bagi pelajar tentang dampak serius yang ditimbulkan oleh aktivitas tersebut. Meningkatnya kesadaran ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif yang interaktif dalam menyampaikan isu-isu sensitif namun krusial. Dengan pendekatan yang tepat, pelajar dapat diarahkan untuk menjadi generasi yang cerdas secara finansial dan tangguh terhadap pengaruh negatif dunia digital.</p>
<p>Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi edukasi fintech dan literasi digital ke dalam lingkungan sekolah sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan teknologi, sekaligus sebagai sarana membentuk karakter pelajar yang bertanggung jawab dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.</p>
<p><strong>5. Ucapan Terima Kasih</strong></p>
<p>Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar dan efektif. Keterlibatan aktif para siswa serta dukungan penuh dari pihak sekolah menjadi faktor kunci dalam keberhasilan kegiatan ini. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif dalam penyampaian materi mengenai fintech dan bahaya judi <em>online</em> terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta literasi digital dan finansial siswa secara signifikan.</p>
<p>Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak sekolah SMK Negeri 1 Bandar Lampung atas kerja sama dan dukungannya, serta kepada para siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Semoga hasil dari sosialisasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Meningkatkan Literasi Keuangan Digital dan Pencegahan Judi Online di Kalangan Pelajar SMK Palapa Bandar Lampung melalui Aplikasi Fintech</title>
		<link>https://tegaklurus.co/2025/08/14/strategi-meningkatkan-literasi-keuangan-digital-dan-pencegahan-judi-online-di-kalangan-pelajar-smk-palapa-bandar-lampung-melalui-aplikasi-fintech/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 13:16:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malahayati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tegaklurus.co/?p=8223</guid>

					<description><![CDATA[Ayyumi Khusnul Khotimah, Azron Efendi, Dilla Silviana Putri, Dito Aditya, Nala Maghfiroh, Nala Salsabila Fitriana,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Ayyumi Khusnul Khotimah, Azron Efendi, Dilla Silviana Putri, Dito Aditya, Nala Maghfiroh, Nala Salsabila Fitriana, Aziz Maulana, Nurbaiti</p>
<hr />
<p style="text-align: center;"><strong>Universitas Malahayati</strong></p>
<hr />
<p><strong>Abstrak</strong>:  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar SMK Palapa Bandar Lampung, khususnya kelas X, mengenai literasi keuangan digital dan bahaya judi online. Sosialisasi dilakukan melalui pemaparan materi, pengenalan aplikasi fintech SeaBank, serta edukasi interaktif di kelas. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif, yang memungkinkan peneliti melihat secara langsung keterlibatan dan respon siswa selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pendekatan langsung dan penggunaan aplikasi digital cukup efektif dalam menumbuhkan kesadaran finansial dan sikap kritis terhadap judi online. Edukasi semacam ini penting untuk terus dikembangkan di lingkungan sekolah.</p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>Perkembangan teknologi digital saat ini membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam cara masyarakat mengatur dan menggunakan uang. Anak muda, khususnya pelajar, kini sangat akrab dengan teknologi, mulai dari smartphone, media sosial, hingga aplikasi-aplikasi finansial yang makin mudah diakses.</p>
<p>Salah satu bentuk kemajuan di bidang keuangan adalah kehadiran financial technology atau yang biasa dikenal dengan fintech. Financial Technology adalah teknologi keuangan yang mengacu pada solusi baru yang menunjukkan inovasi dalam pengembangan aplikasi, produk, atau model bisnis di industri jasa keuangan yang menggunakan teknologi (Lee &amp; Low, 2018).</p>
<p>Di satu sisi, perkembangan ini tentu positif karena membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar mengelola keuangan sejak dini. Namun, di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru. Salah satu yang paling mengkhawatirkan belakangan ini adalah maraknya praktik judi online di kalangan pelajar. Pelajar yang belum memiliki kemampuan untuk memilih dan memilah informasi serta godaan di dunia digital cenderung lebih mudah terjebak pada aktivitas semacam ini.</p>
<p>Rendahnya literasi keuangan digital di usia sekolah menjadi penyebab utama. Literasi Keuangan secara sederhana pun juga diartikan sebagai kemampuan seserorang dalam mengelola keuangannya dan melakukan perencanaan keuangannya (Julita, 2023). Aktivitas ini semakin mudah diakses, hanya bermodalkan ponsel dan jaringan internet. Bahkan, sebagian besar iklan judi online menyasar platform yang sering digunakan pelajar, seperti media sosial dan game online.</p>
<p>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan sebanyak 1,5 juta pelajar jadi pemain judi &#8220;online&#8221; dan 50.000 di antaranya berusia di bawah 10 tahun (kompas.com). Banyak siswa yang belum mampu membedakan antara penggunaan uang yang bijak dan kegiatan yang berisiko. Rendahnya literasi keuangan digital menjadi faktor yang membuat pelajar rentan terjerumus ke dalam kebiasaan yang merugikan. Tidak sedikit dari mereka yang tergiur oleh janji keuntungan instan, tanpa memahami dampak jangka panjangnya terhadap kondisi keuangan, psikologis, dan akademik mereka.</p>
<p>Literasi menjadi bagian dari perkembangan kemampuan Bahasa anak yang sangat penting untuk distimulasi sejak usia dini (Molan, 2023). Literasi keuangan digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai alat serta informasi keuangan yang tersedia secara digital. Kemampuan ini sangat penting agar individu dapat membuat keputusan keuangan yang rasional dan aman  di era digital (Lusardi et al., 2014).</p>
<p>Peningkatan literasi digital di lingkup sekolah sangat bermanfaat bagi siswa khususnya dalam kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan media digital, sosialisasi ini di harapkan mampu memberikan pemahaman bagi siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital. Menurut survei nasional literasi dan inklusi keuangan oleh OJK tahun 2022, tingkat literasi keuangan masyarakat termasuk pelajar baru mencapai sekitar 49,68%, jauh lebih rendah dibanding inklusi keuangan sebesar 85,10% (ojk.go.id).</p>
<p>Kesenjangan ini memperlihatkan banyak orang termasuk pelajar mulai menggunakan layanan keuangan tanpa pemahaman penuh tentang risikonya, padahal mereka adalah pengguna aktif internet dan aplikasi keuangan.</p>
<p>Melihat fenomena tersebut, penting untuk memberikan edukasi tentang bagaimana cara menggunakan teknologi keuangan secara sehat dan bertanggung jawab. Salah satu bentuk edukasi tersebut adalah dengan mengenalkan aplikasi fintech yang legal dan aman, seperti SeaBank. Aplikasi ini cukup sederhana dan mudah dipahami, sehingga cocok digunakan sebagai sarana edukasi untuk pelajar.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi yang dilakukan di SMK Palapa Bandar Lampung merupakan bagian dari upaya mendorong pemahaman tersebut. Sosialisasi ini tidak dilakukan secara formal seperti penelitian ilmiah, melainkan lebih bersifat diskusi santai dan edukatif. Dengan pendekatan langsung, siswa diajak memahami cara kerja aplikasi fintech, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana menjaga keamanan saat bertransaksi digital.</p>
<p>Selain itu, mereka juga diberi pemahaman tentang risiko penyalahgunaan teknologi, khususnya terkait judi online, yang saat ini menjadi masalah serius di kalangan pelajar. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat mulai menyadari pentingnya literasi keuangan digital sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin digital. Edukasi seperti ini memang tidak bisa langsung mengubah perilaku secara drastis, tetapi bisa menjadi langkah awal yang penting untuk menanamkan kesadaran dan tanggung jawab sejak dini.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-48300" src="https://smartnews.id/wp-content/uploads/2025/08/FotoGrid_20250814_200635919.jpeg" alt="" width="365" height="469" /></p>
<p><strong>METODE PENELITIAN</strong></p>
<p>Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipatif. Subjek dalam kegiatan ini adalah siswa kelas X SMK Palapa Bandar Lampung. Peneliti melakukan kegiatan sosialisasi secara langsung di dalam kelas, yang meliputi pemaparan materi mengenai literasi keuangan digital, pengenalan aplikasi fintech SeaBank, serta edukasi mengenai risiko dan bahaya judi online.</p>
<p>Observasi dilakukan selama kegiatan berlangsung untuk mencatat keterlibatan siswa, tingkat antusiasme, dan respon terhadap materi yang disampaikan. Peneliti tidak melakukan wawancara maupun pengisian kuesioner, melainkan fokus pada pengamatan perilaku dan interaksi siswa secara langsung saat kegiatan berlangsung (turun lapangan).</p>
<p>Diskusi semacam ini memberi ruang bagi siswa untuk berbagi pengalaman pribadi sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa tidak semua aktivitas digital aman dan patut diikuti. Teknik pengumpulan data berupa catatan observasi lapangan, tanggapan spontan siswa, serta partisipasi mereka dalam sesi tanya jawab dan praktik penggunaan aplikasi SeaBank.</p>
<p>Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan efektivitas pendekatan sosialisasi terhadap peningkatan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan dan pencegahan judi online.Secara keseluruhan, metode pelaksanaan kegiatan ini bersifat partisipatif, edukatif, dan membumi. Fokus utamanya bukan pada pengumpulan data statistik, melainkan pada membangun kesadaran dan mengubah cara pandang siswa terhadap teknologi finansial dan dampaknya dalam kehidupan mereka (Sari et al., 2021).</p>
<p><strong>HASIL &amp; PEMBAHASAN</strong></p>
<p>Kegiatan sosialisasi literasi keuangan digital melalui pengenalan aplikasi SeaBank yang dilaksanakan di SMK Palapa Bandar Lampung berlangsung dengan lancar dan mendapat respons yang cukup positif dari siswa. Meskipun tidak menggunakan instrumen evaluasi kuantitatif, hasil kegiatan dapat diukur melalui pengamatan langsung terhadap antusiasme, partisipasi, dan keterlibatan siswa selama proses berlangsung  siswa terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.</p>
<p>Saat materi disampaikan, mereka menyimak dengan baik, dan mulai menunjukkan rasa ingin tahu terhadap topik-topik yang dibahas—khususnya saat pembahasan masuk ke isu-isu aktual seperti judi online, pinjaman ilegal, serta cara mengenali aplikasi keuangan yang aman dan terdaftar di OJK. Beberapa siswa bahkan menyampaikan pengalaman pribadi tentang pernah menerima tawaran mencurigakan melalui media sosial, yang kemudian mereka kaitkan dengan praktik judi atau investasi bodong.</p>
<p>Sesi pengenalan aplikasi SeaBank menjadi bagian yang paling menarik perhatian. Ketika ditunjukkan bagaimana membuka rekening secara online hanya melalui smartphone, banyak siswa terkejut karena prosesnya cepat dan sederhana. Beberapa dari mereka langsung mencoba mengunduh aplikasi, sementara yang lain aktif bertanya soal keamanan dan legalitasnya. Ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik langsung lebih efektif dibanding hanya penyampaian teori.</p>
<p>Diskusi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para siswa merasa lebih nyaman untuk bertanya dan berbagi dalam suasana yang tidak terlalu formal. Saat topik judi online dibahas, beberapa siswa mengaku sering melihat teman sebayanya bermain slot daring atau mengakses situs-situs taruhan melalui VPN. Hal ini membuka ruang dialog tentang risiko hukum dan psikologis dari kebiasaan tersebut. Pemateri menjelaskan bahwa banyak situs judi yang menggunakan rekening bank untuk transaksi ilegal, dan tanpa sadar, pengguna bisa terseret dalam praktik pencucian uang atau aktivitas ilegal lainnya.</p>
<p>Pembahasan juga menyentuh bagaimana sikap yang bijak dalam menggunakan uang, terutama di era digital. Siswa didorong untuk memahami bahwa meskipun uang digital tidak terlihat secara fisik, dampaknya tetap nyata. Maka dari itu, perlu kehati-hatian dalam setiap keputusan keuangan, terutama saat menggunakan aplikasi digital.</p>
<p>Secara tidak langsung, kegiatan ini menjadi semacam refleksi kolektif bagi para siswa untuk mengevaluasi perilaku digital mereka. Sosialisasi ini juga memberikan bekal pengetahuan dasar mengenai hak dan kewajiban sebagai pengguna layanan keuangan digital yang legal dan aman. Hal ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa pendekatan literasi berbasis pengalaman dan kasus nyata lebih efektif dalam membentuk sikap kritis remaja terhadap teknologi. (Puspadewi et al., 2025).</p>
<p>Solusi yang ditawarkan adalah pelajar  perlu diajak  diskusi  lebih  jauh  tentang keuangan (Sabilla et al., 2023). Melalui pendekatan yang komunikatif dan kontekstual, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menanamkan kesadaran. Siswa mulai memahami bahwa fintech seperti SeaBank bisa menjadi alat yang bermanfaat, selama digunakan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga lebih siap dalam menghadapi ancaman digital seperti judi online, yang seringkali menyamar dalam bentuk yang menarik namun berisiko tinggi.</p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Sosialisasi aplikasi fintech seperti SeaBank terbukti mampu meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan pelajar SMK Palapa Bandar Lampung. Para siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep keuangan digital, serta minat yang tinggi untuk menggunakan aplikasi SeaBank sebagai alat pengelolaan keuangan pribadi, baik untuk keperluan pembayaran tanpa biaya admin maupun kegiatan menabung dengan imbal hasil yang kompetitif.</p>
<p>Selain itu, pemberian edukasi mengenai bahaya judi online juga berhasil meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan pelajar terhadap risiko digital yang kerap mengincar generasi muda. Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan manfaat layanan keuangan digital yang legal dan aman, tetapi juga menjadi langkah preventif terhadap perilaku negatif seperti kecenderungan berjudi secara daring.</p>
<p>Secara keseluruhan, peningkatan literasi keuangan digital ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya membentuk kebiasaan finansial yang sehat sekaligus sebagai strategi pencegahan terhadap praktik judi online. Dengan membekali siswa dengan pengetahuan praktis tentang pengelolaan keuangan dan risiko digital, kegiatan sosialisasi ini mampu menumbuhkan kesadaran kritis yang sangat dibutuhkan di era teknologi saat ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
